
seakan lama aku meninggalkan diri
lalu siapa yang selama ini aku bawa berlari?
bukan, bukan itu maksukku
tapi, hanya mencoba mengalihkan menjadi diri yang lain
karena tak bisa aku semauku
dan harusnya ku sadari sejak dahulu
meningat masa lalu
masa kekanakanku
bercanda semauku tanpa prasangka yang menyergapku
aku serasa bebas dengan kejahiliahanku
dan saatku menemukan hari dimana aku mulai mengaca diri
sejenak ku tutup sebagian diri
dan saat kusibak selimut yang menutupi itu
mencoba mengais diri, seperti apa aku dimasa lalu?
tersenyumku mengingat
bahwa aku sempat bahagia dimasa kekanakanku
tertawa, bercanda, dan mengarungi menjelajah hati
mencoba mencari cari, sejauh mana kejahiliahan itu mampu berlari
selama aku bisa berlari
ya, telah lama aku meninggalkan beranjak dari masa itu
sekarang aku kembali
kembali merangkai kata
tapi aku tak sendiri
sekarang ada bidadari menemaniku disisi
bidadari manis yang sanggup mengalihkan aku
dan menyadarkan aku dari mimpi
ternyata kadang kenyataan lebih indah dari mimpi
aku sekarang telah disini
berdiri dipuncak terang, menampakan diri
dengan ponggah aku berani berujar
dunia, inilah aku,
kan ku taklukan engkau di tanganku
seburuk apapun diriku lebih baik dari pada menjadi sesosok lain yang tak kukenal
dari pada menyembunyikan diri, berlagak sok suci
lebih baik, tak kumiliki kemunafikan hati
menampakan diri, bahwa aku memang banyak yang perlu diperbaiki
dan ku tak bangga, bila aku belum bisa mengalahkan diri
aku harus menang,
dan saatnya membawa dia, bidadari kecil untuk terbang berlari

No comments:
Post a Comment