Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya.
Menggambarkan sebuah pohon yang baik itu seperti jiwa, orang yang baik pula. dimana orang yang baik adalah orang yang berguna bagi orang lain, yang mampu memberikan buahnya kepada banyak orang di sekitarnya. mungkin ini terkait dengan sabda Rasulullah:
"Paling baik orang diantaramu adalah orang yang banyak berguna bagi
orang lain"
Beberapa hari ini selalu terfikir akan hal itu. sudahkan aku bermanfaat bagi orang lain. benarkah aku sudah bermanfaat bagi orang lain.
5 hari dalam seminggu, aku sibuk dengan urusan dunia, mencari "nafkah" untukku dan keluargaku (salah satu alasan yang kubuat atas kesibukanku mengejar dunia). 2 hari dalam seminggu, mungkin ku habiskan bersama keluarga, dan orang-orang terdekatku. lalu dimana letak "kesalehan sosial"-ku (meminjam kata dari Pak Miftah Faridh). ternyata aku orang yang tak berguna bagi orang-orang disekitarku.
Menjalani dan menghabiskan waktu hanya untuk memenuhi kewajibanku, atau sekedar menggugurkan kewajibanku.
Mengingat orang-orang terdahulu, ternyata orang-orang baik (benar) dahulu adalah orang-orang yang pada dasarnya adalah orang-orang yang gemar berbuat baik.
Bagaimana Muhammad Bin Abdullah remaja, menjadi orang yang sangat dipercaya kaumnya, selalu menyambung tali silaturahim, mencintai anak yatim, dan ringan tangan terhadap orang-orang disekitarnya. Sebelum akhirnya Belia SAW diangkat menjadi Nabi dan RasulNya
Bagaimana Musa AS. pemuda musa yang gemar berbuat baik, menolong kaum yang lemah dari bani israel yang dijajah firaun. menolong orang lain yang kesulitan, seperti membantu penggembala memberi minum onta mereka.
Bagaimana Salman Al Farizy, selalu menjalankan apa yang dia yakini baik, menjaga api-api para kaum majusi penduduk persi.
bagaimana Abu bakar As Shiddiq, yang menjadi seorang dermawan dimasanya.
yang pada Alhirnya, mereka ditunjuki Allah kejalanNya, memberikan mereka hikmah dan pengetahuan.
kembali ke diri, apa yang telah kuperbuat untuk orang lain, disekitarku. ternyata setelah kulihat, betapa kecilnya "dunia"ku, hanya sebatas aku, keluargaku, dan orang-orang terdekatku.
Pohon baik, akan dirasakan manfaatnya oleh orang-orang disekitarnya, sehingga ketiadaan pohon tersebut akan menjadi kehilangan yang sangat orang-orang disekitarnya.
Bila Allah memanggilku sekarang, mungkin hanya keluarga dan orang-orang terdekatku yang merasa kehilanganku. betapa tak bergunanya aku.
ternyata aku bukanlah orang yang baik, hanya cukup menjadi bagian keluarga yang baik, atau teman yang baik (mungkin itupun tak aku miliki)
Sedang dalam masyarakat dan orang-orang disekitarku, aku bukanlah apa-apa.
Aku bukanlah apa-apa... hanya titik hitam kecil disudut hitam kelam ruangan kehidupan ini...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment