kadang dalam hati sangat dilema ketika mengutip ayat maupun membahasnya... kenapa??
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.(Ash Shaffat:3)
walaupun mungkin banyak yang akan berkomentar, ahh.. lagak loo ngomong kaya githu, padahal kamu juga masih belum baik.. ngomongnya aja yang ayat.. tapi kelakuan jauh..
huhh.. itulah beban yang kurasakan..
kalaupun tidak ada yang berkata demikian kepadaku, tapi hatiku yang selalu meneriakiku tentang hal ini..
Mungkin aku bukanlah orang yang baik, tapi aku adalah orang yang akan selalu ingin benar.. bila ada yang salah pada diriku, dan aku tahu itu salah, maka aku akan berusaha untuk meninggalkannya.. atau memperbaikinya.. (maka daripada itu, bila ada yang ingin menyampaikan uneg-unegnya padaku, sangat dipersilakan, asal ada alasannya yang benar)
aku adalah orang yang sangat kritis, dan kadang miris melihat kehidupan disekitarku. mungkin karena sikapku yang 'gatal' untuk mengusik ketidak-benaran, maka kadang aku memilih untuk menjauhi semua itu, dan berusaha sedikit demi sedikit untuk mengingatkan..
makanya aku lebih suka mengungkapkan semua itu lewat tulisan, berharap tidak ada yang merasa terhakimi oleh diriku..
tapi, ya itu tadi.. dilema..
dan kadang-kadang dengan alasan inilah orang akan banyak berdalih, penting memperbaiki diri dulu baru orang lain.. (nah kalo ini yang paling tidak setuju, dalam aplikasinya tentunya, bukan pada teorinya) pada dasarnya atau pada teorinya sich konsep ini bagus, malahan saya katakan bagus banget, tapi pada akhirnya pada saat aplikasinya menjadi suatu dalih yang "khas" untuk kita tidak berbuat..
bukankah.. Allah memerintahkan untuk amar ma'ruf nahi munkar.. merubah suatu ketidak benaran dengan tangan, lisan, dan hati...menyeru kepada jalan Allah, saling menasehati...
Bagiku, masalah akhlaq adalah buah dari Akidah dan syariah.. jadi perbaiki dulu akidahnya...
katakan salah bila aku salah dan katakan benar apabila aku benar...
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (Al Hijr:94)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment