kadang perasaan ini mendatangi siapa saja yang jiwanya masih "kotor". termasuk sayalah korbannya.
sifat futur atau kadang kita menyebutnya dengan males, berkeluh kesah,dll biasanya semangat menjadi ga semangat lagi
kenapa saya menyebut penyakit ini menyerang kepada jiwanya yang masih "kotor"?
sebelumnya marilah kita bercerita dulu, penyakit futur ini biasanya melanda atau menyerang kepada seseorang dimana pada biasanya dia bersemangat untuk melakukan sesuatu kebaikan, tetapi lama-kelamaan merasa capek bosan akhirnya berujung kepada kemalasan dan berhenti dari melakukan kebaikan tersebut sama sekali.
kenapa bisa seperti itu?
sebenarnya lebih cocok bila ditanyakan kepada diri kita masing-masing. (bagi yang pernah merasakannya)
ok dah ketemu?
kalao dari saya, penyakit ini timbul karena banyak sekali perbuatan dosa yang dibuat sehingga menggiring kepada semangat diri "merasa malu" kepada Allah dan amalan baik kita tidak akan diterima sebelum kita memperbaiki dosa-dosa dan kesalahan tersebut.
Atau merasa jenuh terhadap rutinitas tersebut, dan masih banyak lagi.(silakan kalau ada yang mau menambahkan)
ok, sekarang balik kepada jiwa yang kotor.
kekotoran itu bisa dari maksiat yang kita perbuat
kekotoran karena lupa kepada Allah
Kekotoran merasa diri selamat dihadapan Allah
Kekotoran iman terhadap hari Akhir
Kekotoran karena merasa cukup bekal diri
Kekotoran merasa bahwa umur kita masih panjang
coba dibayangkan bila seorang itu :
yakin terhadap TUhannya
Yakin terhadap RasulNya
Yakin terhadap hari Akhir
Yakin terhadap kematian
Yakin terhadap neraka
dan kalau saya menyimpulkan, dengan kalimat:
barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir... Iman kepada Allah dan hari Akhir... 2 keimanan ini banyak sekali disebutkan dalam Al QUran dan Hadits secara bersamaan, karena Iman kepada Allah adalah sebagai landasan kita dalam berbuat kebaikan sedangkan iman kepada hari kemudian adalah motivasi kita dalam berbuat kebaikan.
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang shaleh. (3:114)
orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian akan tedorong jiwanya untuk melakukan banyak kebajikan.
bagaimana cara mengobatinya:
sebenarnya banyak sekali mungkin artikel tentang hal ini, tetapi menurut versi saya yang saja jalani
1. kembali ingat kepada Allah, melalui mengkaji ayat-ayatnya,
2. berkumpullah atau bersamalah dengan orang-orang yang gemar berbuat baik
3. carilah semangat pendorong untuk melakukan kebaikan itu
4. buatlah dirimu merasa tertantang dan merasa kurang akan kebaikan
5. aplikasikan kebaikan yang sedang engkau kerjakan
6. lakukan kebajikan lain yang dapat mengimbangi dan tidak memupuskan dari kebiasaan baik kita
7. Curhatkan permasalahanmu dengan baik dan benar dan dengan orang yang tepat (jangan sampai di curhatin kepada orang yang malah bikin kita tambah futur)
Wallahu Alam
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment