Thursday, November 19, 2009

Menggenggam, tapi berlarilah..


Egoku dan sifatku bila melihat orang lain kesulitan, inginku mengulurkan tangan untuk membantunya. Ibaku tak ingin orang yang disekitarku tak tersentuh oleh bantuanku, tapi kadang tak tahu egoku atau apa yang mencegahku untuk berbuat semua itu.

kadang, fikirku berkata, bahwa setiap bantuan yang akan ku berikan hanya akan membuat dia memanja dan tak pernah bisa untuk mengatasi hidupnya, bukankah aku tak akan selamanya melihatnya dan bisa selalu ada dan membantunya. Kadang bantuan yang bisa kuberikan adalah hambatan agar dia semakin terjatuh, mendendam kemudian bangkit untuk berlari kembali. Tak peduli bahwa kakinya berdarah, tak peduli dirinya terluka. Tapi kadang ibaku meruntuhkan semua itu. ingiku semua yang kusayangi dapat berdiri sendri berlari dan mengejar mimpinya sendiri.

Tak ada manusia yang tanpa masalah hidup, semuanya memiliki dan kadarnya sesuai dengan apa yang dia mampu, tak berlebih. Ketakutan, kesedihan, putus asa, dan keterpurukan adalah kotoran yang bermain di kepala saja, dan bila kita bisa membersihkannya tak ada yang perlu merintangi, terutama dari diri kita sendiri. setiap orang mempunyai masalah, tapi hanya sedikit sekali orang yang mengerti bahwa ada masalah pada dirinya atau sebenarnya apa masalah yang dihadapinya.

Kebanyakan orang berkutat pada permasalahan yang mungkin dia sendiri tak mengerti akan permasalahannya bukan pada jalan mana yang harus aku cari untuk mengatasi permasalahan ini.

Allah memberikan kita potensi, bukankah orang lain sama mempunyai masalah, adakah manusia yang terbebas dari permasalahan, sepertinya kitapun menyetujui akan hal itu. Masalah yang sering muncul didalam diri kita adalah selalu memandang permasalahan yang kita hadapi adalah lebih besar dari permasalahan yang dihadapi orang lain, dan kita sering meremehkan permasalahan orang lain yang mungkin kita anggap sebagai permasalahan yang sepele. Besar kecilnya masalah terletak dari cara kita memandang permasalah itu. Kedewasaan kita dilihat dari bagaimana cara kita untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ingatlah, mengeluh tiadalah guna. Sebagian besar orang yang kita dengarkan keluhan kita, tak bisa membantu apa-apa dan sebagiaannya malah senang mendengar akan kesulitan kita.

Maka berdirilah, karena bila engkau mengharapkan seseorang untuk menuntunmu, maka engkau seperti mengharap keajaiban yang sulit engkau temui. Karena perjalanan hidup ini bukan sebuah teori. Solusi terbaik bagi kebanyakan orang belum tentu menjadi solusi terbaik bagi diri kita, walau diberikan oleh orang yang sangat ahli didalamnya. Sesungguhnya kepercayaan dan keyakinan dirilah yang membuat semua itu bisa menjadi nyata.

Seperti halnya dirimu, mereka, akupun hidup bukan tanpa masalah. Dan aku bisa mengatakan bahwa masalahmu tak seberapa dibanding masalah yang engkau hadapi. Mungkina aku akan tertawa mendengar semua permasalahanmu, karena kuanggap bahwa masalahmu adalah hanya sepele belaka.

Kenalikah dirimu, maka engkau akan bisa berlari sekuat tenagamu...

Thursday, September 17, 2009

si bodoh yang beruntung

Seorang bodoh dan pendosa yang menyadari kebodohannya dan berusaha meninggalkan perbuatan dosanya dan memperbaiki dirinya adalah lebih baik dari pada orang "baik" yang merasa dirinya baik, berbangga diri, menganggap diri adalah benar; sedangkan dia tidak pernah tahu apakah dosa2 telah diampuni, dan apakah kebaikannya dituliskan sebagai kebaikan untuknya oleh Allah...


Keliru adalah lebih baik daripada terlena dan terperdaya...
seorang yang keliru mempunya kesempatan untuk menyadari kesalahannya dan tahu akan kesalahannya tetapi orang yang terperdaya cenderung terlena apakah dia benar ataukah berada dalam kesesatan....


Barang siapa yang benar-benar menuju kepada Allah, pencipta seluruh alam semesta ini, InsyaAllah akan ditunjukan padanya bagaimana jalannya... Allah tidak akan membiarkan hamba yang bersungguh-sungguh mencariNya tersesat dijalanNya....


kebanyakan manusia tersesat karena nafsunya..
merasa diri benar dan berbangga diri adalah sebagian daripadanya...
Apakah ada jaminan baginya bahwa dirinya tak akan tersentuh api neraka dan dimasukan kesurgaNya?
lalu mengapakah manusia merasa bahwa dia akan mendapatkan kasih sayang Allah sedang dia tak menyayangi dirinya sendiri dengan membiarkan diri terperdaya oleh dunia dan nafsunya...
Ingatlah... bahwa Allah juga Maha dahsyat siksaNya..


Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (3:64)


marilah kita berpegang pada satu ketetapan yang tak ada perselisihan antara kita, yaitu kita tidak musyrik kepadaNya, menduakannya dengan yang lain, termasuk pada dunia dan nafsu kita... termasuk tidak menduakan segala ketetapanNya dengan sesuatu yang bukan dari ketetapanNya...


Allah maha kaya dan maha perkasa, pemilik segalanya dan tak membutuhkan sesuatupun selain dari manusia dan apa-apa yang diciptakanNya...
Dia tidak membutuhkan kita, kitalah yang butuh padaNya..
lalu mengapakah kita masih saja merasa bahwa kita tak selalu bergantung padaNya....


knp orang yg sperti'nya mencari Alloh, tp tidak jg menemukn apa yg dicari'y?
dia telah terperdaya nafsunya sendiri... dia mencari jalan dengan caranya sendiri...
Bagaimanakah kita bisa menemukan Dia tanpa petunjuk dariNya?
Allah akan memberi petunjuk kepada orang yang benar-benar menujuNya...
Kadang manusia merasa bahwa ini adalah dariNya, saya adalah menujuNya, tapi dengan cara mengingkari sebagian ketetapan dan aturanNya...dan hanya menerima apa yang baik untukNya dan sesuai dengan diri dan nafsunya..
Wallahu alam


Ya Allah, kumencintaiMu dan tak ingin ku terbagi dalam mencintaMu.. maka karuniakan kepada kami, cinta yang semakin mendekatkan kami pada cintaMu, cinta yang mempermudah kami menujuMu, cinta yang dicintaiMu....
sesungguhnya cinta itu dariMu, kepada dunia, wanita, harta, dan kekayaan yang engkau karuniakan kepada kami, maka janganlah engkau sesatkan kami dengan mencinta karena nafsu kami, dan melebihkan cinta itu diatas cinta kami padaMu.. maka jatuhkanlah cinta ini di cintaMU.. ku mencintaiMu, dan kuatkan aku dengan cintaMu...ku mencintaiMu...

Selamatkan Kami

Ya Allah, beginilah kami tanpa aturanMu, berbuat sesuka kami dan tak ada yang bisa mengingatkan kami dengan aturan dan ketetapanMu, Ya Allah jangan timpakan kami adzab yang tidak khusus menimpa orang2 yang mengingkariMu yang berada di sekeliling kami,,,,

Ya Allah, jadikan kami penerang, jadikan kami cahaya, yang jiwa kami terang oleh cahayaMu dan ikut menerangi jalan2 disekitar kami... Berikan kami petunjuk, lalu jadikan kami tunduk padanya, bukan menjadi penentang setelah mendapatkannya..

Jauhkan kami dari orang2 yang dzalim walau mereka adalah kerabat, saudara, dan orang2 yang kami cintai, yang dapat melunturkan kami dari ketundukan kami padaMU...

sesungguhnya kami lemah, maka jagalah kami Ya Allah.. selamatkan kami dari murkaMu dan selamatkan kami dari orang2 yang dzalim diantara kami...

Wednesday, September 02, 2009

Milad


Alhamd Allah mencukupkanumurku sampai hari ini, tepat dimana 25 tahun yang lalu aku dilahirkan kedunia ini. dengan menangis, menangisi dunia dan apakah kelak ku akan selamat meniti dan mencari bekal hidup di dunia ini

beberapa kejadian pada hari ini, di hari aku dilahirkan..

sesosok bayi kecil yang lucu, cantik... telah lahir kedunia,, anak dari kakak istiku tercinta...
semoga bayi kecil ini kelak menjadi generasi yang beriman dan lebih baik dari generasi generasi sebelumnya dan menjadi pelindung bagi AgamaNya
selamat datang didunia ini adik kecil....

gempa....
gempa berkekuatan 7,3 SR yang berpusat di tasikmalaya mengguncang begitu dahsyatnya...
terasa sampai di cikarang dan jakarta begitu keras juga...
istriku tersayang dan orang tuaku tercinta menelepon untuk mengabarkan apakah semua baik-baik saja.. alhamdulillah semua baik-baik saja...
semoga ini juga menjadi peringatan agar kita tidak bermalas malasan dan untuk lebih semangat lagi mencari bekal meninggalkan dunia ini

Selamat milad duwi suwarno
semoga ini menjadi titik awa perbaikan dan menjadi seorang yang lebih baik, dan menjadi penolongNya...

semangat....

Tuesday, August 25, 2009

meninggalkan akhirat demi dunia


Bagaimanakah pendapatmu tentang seseorang yang meninggalkan kebaikan akhirat demi kebaikan dunia? kemudian dia juga senantiasa sujud memohon ampunan dari Allah, mengharapkan Allah akan memakluminya, memaafkanya, dan mengampuninya.

Masih heran dengan semua itu..

Dikarenakan paksaan dari dunia, harus merelakan diri untuk mengorbankan keyakinannya, dikarenakan tuntutan oleh dunia, harus rela untuk menangguhkan diri dari syariatNya.

Sedang dia tahu, bahwa hal itu salah. tapi belum sanggup untuk bisa menerima sepenuhnya kepengaturan Allah akan dirinya. Dunia menuntut, Allah menuntut, kemudian dia hanya berharap bahwa dia bisa menemui Tuhannya Yang Maha Pengampun.

Bukankah semua itu salah?

kemudian dia meneui Tuhannya dalam sujud, berdoa dengan mengisakkan tangisnya, memohon dan mengharap ampunan Tuhannya.

Ya Allah kutahu engkau adalah yang paling tahu akan hamba-hambaMu, dan Engkaulah maha pengampun.

apakah manusia masih ragu, bahwa kepengaturan Allah adalah yang terbaik bagi hambaNya, bukankah dia tahu, Bahwa Allah tak pernah salah.

Masih bingung memikirkan, berani meminta toleransi kepada Allah untuk tidak taat kepadaNya, dan berharap Allah mengampuni segala kesalahanNya.

ya Allah, kuserahkan semua kepadaMu, Engkau yang Maha Tau, dan Maha sempurna..
AturanMu adalah yang benar, dan Engkau adalah pemilik dunia ini...

ya Allah, jadikan dunia di tanganku, bukan di hatiku...

ya Allah, janganlah Engkau palingkan aku dari kebaikan akhiratMu demi mengejar dunia yang hanya menipu ini ya Allah.

ajarilah hambaMU yang bodoh ini, dan selalu mensyukuri karuniaMu, Amien...

Tuesday, August 04, 2009

Harta Tak Menyelamatkan


beberapa harikebelakang, banyak kejadian yang bisa dijadikan ibrah (pelajaran) bagi kita semua. kematian seorang mega bintang, yang dijuluki 'king of pop' kemudian kematian seorang milyader baru yang lagi booming mbak surip. dilihat dari segi materi keduniaan, mereka adalah orang yang Allah lebihkan dari segi harta. Ternyata kekayaan mereka tak mampu untuk membeli atau mengulur waktu mereka untuk tinggal di dunia. KekuasaanNya-lah yang mutlak.

Dan masih banyak kisah lain, bahwa harta yang kita miliki, tak kan mampu menyelamatkan kita. dan ingatlah, hanya harta yang kita belanjakan dijalan Allah sajalah yang mampu untuk membantu kita, yang menjadi harta kita yang sesungguhnya.

Dan ironinya, Kita sangat pelit kepada Allah. Kita mampu membelikan anak yang kita sayangi, istri yang kita cintai, atau kekasih yang sangat kita cinta dengan banyak harta yang kita miliki, malah mengusahakan dengan kesungguhan demi menyenangkan mereka yang kita cintai dan kasihi. Tapi lihatlah kepada Allah, untuk infak, membayar zakat, shadaqah.. sangatlah berat bagi kita, seakan dada kita sesak saat harus mengeluarkan harta banyak dijalanNya. Padahal kita tahu, harta itulah yang sebenarnya akan menjadi harta kita yang sesungguhnya. Ataukah kita memang belum menyadari akan hal itu?

Dunia ini memang memperdayakan manusia, dan apakah kita termasuk orang yang terperdaya itu??

lama


seakan lama aku meninggalkan diri
lalu siapa yang selama ini aku bawa berlari?
bukan, bukan itu maksukku
tapi, hanya mencoba mengalihkan menjadi diri yang lain
karena tak bisa aku semauku
dan harusnya ku sadari sejak dahulu

meningat masa lalu
masa kekanakanku
bercanda semauku tanpa prasangka yang menyergapku
aku serasa bebas dengan kejahiliahanku
dan saatku menemukan hari dimana aku mulai mengaca diri
sejenak ku tutup sebagian diri

dan saat kusibak selimut yang menutupi itu
mencoba mengais diri, seperti apa aku dimasa lalu?
tersenyumku mengingat
bahwa aku sempat bahagia dimasa kekanakanku
tertawa, bercanda, dan mengarungi menjelajah hati
mencoba mencari cari, sejauh mana kejahiliahan itu mampu berlari
selama aku bisa berlari

ya, telah lama aku meninggalkan beranjak dari masa itu
sekarang aku kembali
kembali merangkai kata
tapi aku tak sendiri
sekarang ada bidadari menemaniku disisi
bidadari manis yang sanggup mengalihkan aku
dan menyadarkan aku dari mimpi
ternyata kadang kenyataan lebih indah dari mimpi

aku sekarang telah disini
berdiri dipuncak terang, menampakan diri
dengan ponggah aku berani berujar
dunia, inilah aku,
kan ku taklukan engkau di tanganku

seburuk apapun diriku lebih baik dari pada menjadi sesosok lain yang tak kukenal
dari pada menyembunyikan diri, berlagak sok suci
lebih baik, tak kumiliki kemunafikan hati
menampakan diri, bahwa aku memang banyak yang perlu diperbaiki
dan ku tak bangga, bila aku belum bisa mengalahkan diri
aku harus menang,
dan saatnya membawa dia, bidadari kecil untuk terbang berlari

Tuesday, July 28, 2009

hasrat

Beberapa hari yang lalu ada yang berkomentar "Bukankah lebih baik bercermin dan menilai diri sendiri daripada mencoba menilai orang lain." perkataan itu sejenak terasa menggelitik hatiku, mungkin ada rasa tersindir, ada rasa penyangkalan. mungkin apa yang dia katakan adalah benar adanya, tapi Wallahu Alam.

Kembali mengingat pernyataan itu, mencoba dan berusaha untuk tidak mencampuri urusan orang lain. tapi kadang, ada suatu beban moral yang tak bisa ku tinggalkan. aku merasa tak bisa berdiam diri saat melihat orang-orang sekitar, orang-orang yang dekat dengan kita, orang yang kita sayangi menurut pandangan kita adalah salah. bagaimana jika itu terjadi? apakah bisa dilakukan tanpa ikut mencampuri urusannya?

Pada suatu hari, berita-berita di TV menayangkan tentang tragedi bom kuningan kedua, di JW marriot dan Ritz Charton. banyak orang tiba-tiba bermunculan dengan statement-statement mereka sendiri-sendiri, memberikan gambaran itu salah, ini yang benar, dan sebagainya.

Mengikuti dan menyimak sambil memendam ironi. ada rasa geli dan ketawa getir dalam hati sendiri. Orang yang berkomentar ndi TV-TV dan Berita-berita mengungkapkan kebenaran dan kemanusiaan menurut pendapat mereka sendiri, tapi yang bikin aneh, dan menurut saya menggelikan adalah.. dia bicara tentang kebenaran tapi dianya sendiri tidak menjalankan kebenaran di sisi lain.

Jadi ingat cerita temanku, tentang kasus di iran katanya. ada seorang aktivis wanita disana, muslim, yang memperjuangkan sesuatu yang diyakininya, tetapi akhirnya dia tewas tertembak. masyarakat disana mulai menyampaikan pernyataan pernyataanya,,, dia (aktivis tersebut-red) adalah orang yang benar. apa yang aneh??? ternyata aktivis wanita yang tertembak yang dikatakan benar tersebut adalah orang yang tidak menutupi auratnya. apakah tidka menutup aurat itu adalah suatu yang dibenarkan?? bagaimana orang memperjuangkan kebenaran tapi dirinya sendiri tidak benar???

kembali ke orang-orang yang bermunculan di TV tadi. yang saya yakini adalah, bila seseorang yang tidak menutup aurat adalah salah dan tidak dapat dibenarkan. lalu bagaimana dia bisa menyatakan jalannya adalah lebih benar dari pada pelaku pengeboman sedang dia sendiri telah berbuat maksiat disisi yang lain. ingat sebuah ayat:

"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Maka tidakkah kamu berpikir?" (QS 2:44)

Kembali di tegaskan.. Maka tidakkah kamu berpikir? bagaimana tidak menggelikan dan aneh?? bagaimana dengan anda?

yahh.. kembali ke persoalan mencampuri urusan orang lain. tidak tahu itu sebatas keinginan diri atau hasrat. tapi apakah harus diam saja? manakah orang yang lebih benar jalannya, orang yang diam saja, mengurusi dirinya sendiri atau berusaha mengingatkan yang lain?

kadang pertanyaan itu datang,,, dan akhirnya biar tak mencampuri urusan orang lain, mending nulis aja disini kali yaa...

Friday, January 30, 2009

hari ini


Hari ini aku merasa sangat lemes sekali... akhirnya ku putuskan, tidur sejenak, insyaAllah setengah jam cukup.... tapi ternyata masih kurang juga, akhirnya ku lanjutkan saja, sampai dengan 1 jam. He he he, bakal telat ngantor nich.... tapi ga apalah, daripada aku nanti tepar di kantor

Alhamdulillah, bangun, duduk sebentar, langsung mandi dan beres-beres, kepala yang tadinya berat terasa lebih ringan, dan badan juga lebih segar. Ku tengok jam di dindng, hhmm... telat yaa... yup, beres-beres selesai, langsung cabut ke kantor.

Sampai di kantor, absensi... yahh.. bener telat...8.26 a.m. telat lagi akhirnya. tapi ga apalah, khan emang udah tahu konsekuensinya.

Yup, walau diawali kurang bagus, tapi yuuukk.. semangat lagi....

and start it by say...Bismillah

Thursday, January 29, 2009

Tentang diriku


Ingin sekali kau menuliskan tentang diriku... aku selalu menganggap diriku sebagai seorang yang biasa, dan aku ingin memposisiskan diri sebagai seseorang yang tak terlihat oleh siapapun. aku selalu berusaha agar aku bisa tetap seperti itu, karena dengan begitu aku akan bisa menjadi diriku sendiri dan berbuat seperti inginku.. ya, menjadi diri sendiri.


Menggambarkan tentang diriku, aku sendiri kadang bingung dengan diriku sendiri. saat aku mencerminkan diriku pada orang lain, apa kata mereka tentang diriku, dan adakalanya aku ya, seperti orang biasa, ada kalanya aku menjadi seseorang yang menyebalkan, adakalanya aku menjadi seseorang yang bisa di andalkan dan adakalanya aku menjadi seseorang yang tak bisa berbuat apapun, dan aku adakalanya menjadi seseorang yang istimewa bagi seseorang..


Menjadi seseorang yang istimewa bagi seseorang... ternyata kadang hal itu tidak mudah bagiku. aku, ya sifatku, selalu ingin menjadi terbaik bagi orang-orang yang mempercayaiku, orang-orang yang menyayangiku dan aku ingin membalas dengan yang lebih baik bagi mereka. dan kadang aku terlalu lemah, bagaimana harus bersikap terhadap seseorang tersebut.


Aku selalu ingin berbuat yang terbaik,terlebih bagi mereka yang menganggap akan keberadaanku. tapi aku hanyalah seperti aku adanya, yang kadang ga bisa berbuat banyak bagi mereka, dan ternyata aku lebih banyak mengecewakan mereka.


Seandainya aku bisa mengorbankan diriku, untuk kebahagiaan mereka, itu mungkin lebih mudah bagi diriku, dan aku ingin melakukan itu dan mungkin itu jalan yang akan aku pilih seandainya aku bisa berbuat itu. tapi kadang kenyataan tak semudah yang aku bayangkan. aku terlalu banyak berbuat kesalahan. ingin melindungi tetapi ternyata malah menyakiti


Tentang diriku, seandainya engkau tahu akan diriku, aku ingin membahagiakan dan berbuat yang terbaik bagi semua, bagi mereka yang menyayangiku.


Dan aku selalu belajar dan hanya berusaha berbuat semampuku dan walaupun kadang itu bukanlah jalan terbaik yang aku lalkukan.



Start the new Journey

Bismillah

ucapan ini yang mungkin akan aku sampaikan pertama kali, memulai menulis disini....

walau aku ga tahu, akan seperti apa aku akan memulai menulis tentang diriku dan hidupku

mencoba sesuatu yang baru.. ya..

memulai sesuatu yang baru....

Friday, September 08, 2006

the myth Endless Love - translate

Jackie Chan

Endless Love

(featuring: Kim Hee-Seon)

The Myth theme song

JC (in Chinese):
Decode for me, the most mystic waiting.
The stars have fallen, and the wind is blowing.
Finally, I can embrace you again,
Two hearts vibrating.


Believe me, my heart has never changed.
Thousand years of waiting with my promise,
No matter how many cold winters have passed,
I will never let go.

Kim (in Korean):
Now tightly hold my hands, and close your eyes.
Please think about the times when we were deeply in love.
Because we loved too much,
That is why we have been in such pain.
We cannot even say the words “love you” to each other.

JC:
Every night, my heart is pierced by pain.
My thought of you has no end.
Long been accustomed to the following by loneliness,
I use smile to face it.


Believing in me, you choose to wait.
No matter how much pain you have felt, you never give up.
Only your softness can save me
From the endless coldness.

Kim:
Now tightly hold my hands, and close your eyes.
Please think about the times when we were deeply in love.
Because we loved too much,
That is why we have been in such pain.
We cannot even say the words “love you” to each other.

Together (in Chinese):
Let the love that is in our hearts
Become that ever-blossoming flower

Together we travel through the endless space and time

, never bowing our heads. A dream we never give up.


Kim:
Because we loved too much,
That is why we have been in such pain.
We cannot even say the words “love you” to each other.


Together (in Chinese):
Let the love that is in our hearts
Become that ever-blossoming flower

Together (JC in Chinese and Kim in Korean):
We should never ever forget the promises we had.

Together (in Chinese)
Only true love follows you and me
Travelling through the endless space and time.

Kim:
We cannot even say the words “love you” to each other.

Jackie:
Love is the only myth that is in the hearts that never changes.

Thursday, August 31, 2006

Mengubah Kegagalan Menjadi Batu Loncatan Menuju Kesuksesan

Mengubah Kegagalan Menjadi Batu Loncatan Menuju Kesuksesan
Oleh : Jhoni (1A)
Semua pasti pernah mendengar kata “gagal”. Nah, apa sih yang dimaksud dengan kegagalan? Kegagalan adalah suatu lambang kesuksesan. Mengapa? Karena kegagalan dapat menjadi langkah awal dalam upaya baru. Jika seseorang gagal dalam berprestasi, pastilah merasa sedih. Namun kegagalan tersebut menunjukkan berapa jauh prestasinya. Kegagalan itu akan menjadi titik awal dari upaya yang berikutnya, bukan malah sebaliknya kegagalan itu menjadi penghambat. Itu membuktikan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, tidak bersifat final.
Kita sering melihat para peraih prestasi mencapai prestasi tinggi. Prestasi mereka makin hari makin meroket. Sementara yang lain makin menurun. Apa sih yang membedakan antara keduanya? Perbedaan itu terletak pada persepsi mereka tentang kegagalan serta bagaimana respon mereka tentang kegagalan itu. Jika perspektif mereka tentang kegagalan adalah langkah awal menuju sukses, maka perspektif itu akan membawa kepada ketekunan, sedang ketekunan membawa pada daya tahan yang akhirnya akan memberi kesempatan untuk meraih sukses. Namun bila persepsi mereka tentang kegagalan adalah akhir segalanya dan mereka hanya berdiam diri, jangan berharap akan maju.
Semua orang pernah gagal dan membuat kekeliruan. Tentu kita pernah mendengar ungkapan “Bersalah itu manusiawi, memaafkan itu illahi” (Paul Alexander). Jika kita manusia pasti tidak akan luput dari membuat kekeliruan. Nah, bagaimana sih caranya mengubah kegagalan menjadi batu loncatan menuju sukses?
Inilah caranya:
  1. Sadar bahwa ada perbedaan antara orang yang berprestasi luar biasa dengan yang berprestasi biasa-biasa saja. Kita semua harus sadar bahwa prestasi kita masih biasa-biasa dan perlu proses untuk menuju prestasi yang luar biasa.
  2. Jangan menganggap diri anda pecundang. Ketika anda mengalami kegagalan hendaknya anda tidak langsung pasrah, berdiam diri dan tidak mau berusaha lagi. Yang harus anda lakukan adalah mengatakan pada diri anda sendiri bahwa anda bukanlah pecundang. Anda hanya gagal melakukan sesuatu dan berusahalah untuk lebih maju dari sekarang.
  3. Ambillah tindakan dan kurangi rasa takut. Bagi kebanyakan orang, menanggung kegagalan adalah suatu hal yang sangat menakutkan. Saat itulah orang tersebut masuk dalam lingkaran ketakutan. Dan apabila orang itu diliputi rasa takut, hampir tidak mungkin untuk mengubahnya menjadi batu loncatan akibat rasa takut yang menyebabkan tidak mau berusaha, atau takut melakukan sesuatu.
  4. Carilah hikmah dalam setiap pengalaman buruk. Nah, agar anda tetap percaya diri dalam melaksanakan tugas, maka berusahalah dengan keras dan jadikanlah kegagalan sebagai bagian dari hidup anda. Jika tidak gagal mungkin anda tidak akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas anda. Karena itu ambillah hikmah atau pelajaran dari kegagalan-kegagalan yang anda alami.
  5. Bangkitlah, lupakanlah, dan majulah terus. Walaupun kita gagal, kita harus secepatnya bangkit. Karena tugas besar masih menanti kita. Mungkin kita merasa takut untuk mengulang kembali. Agar kita merasa tenang, buatlah rencana terlebih dahulu. Bangkitllah kembali dan gunakan strategi yang baru untuk maju. Jika kita tetap memelihara tekad, bekerja menurut rencana, dan tidak menyerah setiap kali gagal, kita dapat mencapai sasaran-sasaran kita. Dan suatu hari impian kita akan dapat terwujud.

Di Balik Sebuah Senyum

Di Balik Sebuah Senyum
By : Aa Gym
Ada yang mengatakan bahwa senyuman adalah sesuatu yang aneh tapi nyata. Walaupun semua orang punya bibir, namun untuk yang satu ini tidak semua orang mampu melakukannya. Terlebih lagi jika orangnya sedang marah, biasanya susah sekali lepas dari cemberut. Akhirnya wajah yang aslinya cantik dan tampan rupawan, jadi kelihatan buruk dan menakutkan. Memang benar, melihat orang berwajah “angker” dalam keseharian bisa menimbulkan kesan asing dan menakutkan.
A. Sebentuk Akhlak Mulia
Bila kita renungkan, tersenyum merupakan suatu perbuatan yang punya nilai untuk menghormati orang lain. Sebagaimana senyuman Rasulullah SAW kepada keluarga, anak-anak, dan para sahabatnya. Begitu pun dengan para sahabat yang menghadiri majelis beliau dengan wajah ceria serta murah senyum. Senyuman rasulullah SAW mencerminkan indahnya akhlak beliau dalam tindak-tanduknya sehari-hari. Manis senyumnya memancarkan kesan indah yang mempesona hingga menembus dimensi waktu ribuan tahun dan jarak ribuan kilometer. Itupun akan terus berlanjut hingga hari kiamat nanti.
Sampai kini kita ikut merasakan getar-getar senyuman kasih sayang beliau melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Alqur'an dan As-Sunnah An-Nabawiyah. Itulah kemuliaan beliau yang mengalir lewat istri-istri dan sahabat beliau. Begitu indahnya akhlak beliau masih terasa hingga kini.
B. Warna-warni Senyuman
Sebagaimana jamaknya suatu budaya, senyuman pun kini telah mengalami perkembangan. Senyum menjadi sangat bervariasi dengan nilai dan karakteristiknya masing-masing. Dari warna-warni senyuman itu dapat dibagi menjadi beberapa macam. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Senyum Egois atau Sinis
    Sebuah senyuman yang tidak bersahabat. Senyuman tersebut terbentuk dari perasaan dendam kesumat. Senyum ini dapat menyakiti hati orang yang melihatnya.
  2. Senyum Menggoda
    Sebuah senyuman nakal yang bertujuan untuk memperdayai beberapa lelaki hidung belang. Suatu perbuatan yang dapat menjerumuskan seseorang kedalam jurang kemaksiatan. Naudzubillahi mindzalik.
  3. Senyum Ketabahan
    Sebuah senyuman yang muncul dari orang-orang perkasa dan jantan. Sosok-sosok yang mampu menghadapi musibah hidupnya dengan tabah, tanpa kecengengan. Senyum ini akan dirasakan oleh orang-orang yang merasa dekat dengan Allah.
  4. Senyum Ketegaran
    Sebuah senyuman yang menghiasi bibir orang-orang yang berwibawa dan mempunyai kekuatan dalam hidupnya. Biasanya mereka pernah melewati musibah yang berat kemudian sukses. Sehingga masalah yang berat sekalipun dapat teratasi jika seseorang mampu dan memiliki senyum seperti ini.
  5. Senyum Ketulusan
    Sebuah senyuman yang datang dari relung hati yang paling dalam. Muncul untuk membahagiakan, menghormati, dan memuliakan orang lain. Senyuman ini menunjukkan kondisi paralel antara bibir (lahiriyah) dengan hati (batiniyah). Sebuah senyuman yang dalam syariat islam mempunyai nilai ibadah, sebuah sedekah yang mudah dan ringan. Senyuman model ini memang terasa multiguna dalam mengarungi samudera kehidupan. Senyuman ini mampu menambah keakraban dan hubungan dalam berkomunikasi. Baik dalam komunikasi langsung maupun dengan media perantara. Entah itu dilakukan terhadap orang tua, teman, atau pihak lain. Dengan kata lain, meski lawan bicara tidak bertemu langsung, getaran senyumnya dapat menggetarkan mata batin kita. Masyaallah.
C. Manfaat Senyum
Senyum punya segudang manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Dari segi penampilan
    Senyuman dapat memperbaiki penampilan dan menambah daya tarik. Walaupun yang tersenyum adalah kakek-kakek yang ompong dan keriput, namun senyuman tetap menjadikannya lebih baik. Sepertinya mempunyai makna dan nuansa tersendiri, mungkin lebih manis kesannya, lebih indah dan menyejukkan hati. Dengan senyum kita akan lebih dihargai dan disegani.
  2. Dari segi kesehatan
    Orang yang murah senyum biasanya terjaga dari penyakit yang namanya stress. Jantungnya akan berdetak secara normal, sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit ketegangan. Menjalani kehidupan sehari-hari dengan hati yang senang dan ceria membuat tubuh lebih sehat dan awet muda. Menurut pendapat para dokter, untuk menghasilkan sebuah senyuman hanya dibutuhkan 17 otot wajah. Maka dari itu, tidak heran jika sering ditemukan orang dengan usia 50-an tahun punya wajah masih tetap segar, ceria, dan sehat. Berbeda dengan orang yang suka marah, hobinya cemberut, atau suka ngomel, biasanya kelihatan lebih tua. Memang tiga aktivitas terakhir membutuhkan 32 otot wajah, inilah yang menjadi penyebabnya.
  3. Dari segi sosial
    Dari segi sosial, senyuman merupakan suatu bentuk keakraban dalam pergaulan masyarakat. Ini akan dapat menambah suasana lebih hangat dan indah. Karena memang ketika melihat orang yang murah senyum, akan terasa menyenangkan. Bahkan apabila hidup ini tidak sepi dari nuansa aktivitas yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW ini, insyaallah akan menambah semangat hidup.
Senyum memang sesuatu yang hebat. Senyuman penuh ketenangan akan mampu meluluhkan kemarahan orang. Untuk itu dalam pergaulan hendaknya kita membiasakan diri bersikap tenang dan murah senyum. Bila kita mampu melaksanakan sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW, maka pertengkaran dan permusuhan dapat ditekan. Hendaklah kita menciptakan nuansa yang seperti ini, setiap kehidupan kita tapaki dengan penuh ketulusan dan ketenangan. Hendaklah itu kita lakukan baik ketika bertegur sapa di jalan, bertelepon, berkomunikasi dengan teman, atau orang tua. Insyaallah kebaikanlah yang datang. Asal lihat-lihat situasi dan kondisi, jangan kebablasan. Kalau terlihat senyum-senyum terus, nanti dikira kurang waras.
Ayo, tunggu apalagi ? Budayakanlah senyum dan salam. Kini kita sudah tahu hikmah dan manfaat dari senyum itu sendiri, maka bergegaslah memperbaiki diri kita dengan senyuman dari hati yang paling dalam (seperti lagunya Raihan yang berjudul “Senyum”). Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari akibat kita susah untuk tersenyum. Mari kita latih diri kita untuk senyum dengan tulus, dimana saja dan kapan saja. Senyum akan membuat suasana terasa indah. Selain membuat kita merasa bahagia, orang lain pun menjadi tertarik dengan kemuliaan sikap kita. Karena itu hadapilah perjalanan hidup kita dengan senyuman yang tulus.

Tuesday, August 29, 2006

wasiat BOHONG dari 'Syaikh Ahmad' (Penjaga Kubur Rasulullah)

Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, ditujukan kepada siapa saja diantara orang-orang Islam yang mendapatkan surat ini, semoga Allah menjaga mereka dengan agama Islam, dan melindungi kita serta mereka dari kejahatan para pendusta yang bohong dan tengik.Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Amma ba’du :Kami telah membaca edaran yang dinisbatkan kepada Syaikh Ahmad Khodim Al Haram An Nabawi, dengan judul :“Ini adalah wasiat dari Madinah Munawwarah dari Ahmad Khodim Al Haram An Nabawi ”Dalam wasiat ini dikatakan : pada suatu malam Jum’at aku pernah tidak tidur, membaca Al Qur’an, dan setelah membaca Asma’ul Husna aku bersiap siap untuk tidur, tiba tiba aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang telah membawa ayat ayat Al Qur’an dan hukum hukum yang mulia, kemudian beliau berkata : wahai Syaikh Akhmad, aku menjawab : ya, ya Rasulullah, wahai orang yang termulia diantara makhluk Allah, beliau berkata kepadaku : aku sangat malu atas perbuatan buruk manusia itu, sehingga aku tak bisa menghadap Tuhanku dan para malaikat, karena dari hari Jum’at ke Jum’at telah meninggal dunia sekitar seratus enam puluh ribu jiwa (160 000) dengan tidak memeluk agama Islam . Kemudian beliau menyebut contoh contoh dari perbuatan maksiat itu, dan berkata : “maka wasiat ini sebagai rahmat bagi mereka dari Allah MahaPerkasa”, selanjutnya beliau menyebutkan sebagian tanda tanda hari kiamat dan berkata :” wahai Syaikh Ahmad, sebarkanlah wasiat ini kepada mereka, sebab wasiat ini dinukil dari Lauhul Mahfudz, barang siapa yang menulisnya dan mengirimnya dari suatu negara ke negara lain, dari suatu tempat ke tempat yang lain, baginya disediakan istana dalam sorga, dan barang siapa yang tidak menulis dan tidak mengirimnya, maka haramlah baginya syafaatku di hari kiamat nanti, barang siapa yang menulisnya sedangkan ia fakir maka Allah akan membuat dia kaya, atau ia berhutang maka Allah akan melunasinya, atau ia berdosa maka Allah pasti mengampuninya, dia dan kedua orang tuanya, berkat wasiat ini, sedangkan barang siapa yang tidak menulisnya maka hitamlah mukanya di dunia dan ahirat”.Kemudian beliau melanjutkan :” Demi Allah 3x wasiat ini adalah benar, jika aku berbohong, aku keluar dari dunia ini dengan tidak memeluk agama Islam, barang siapa yang percaya kepada wasiat ini, ia akan selamat dari siksaan neraka, dan jika tidak percaya maka kafirlah ia”.Inilah ringkasan dari wasiat bohong yang dikatakan dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam itu, kita telah berkali kali mendengar wasiat bohong ini, yang mana telah tersebar luas dikalangan umat manusia secara terus menerus, anehnya hal ini sangat laku dikalangan umum.Dalam wasiat tersebut terdapat beberapa ungkapan yang saling kontradiktif, diantaranya pendusta itu mengatakan bahwa ia (Syaikh Ahmad) melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak tidur, berarti ia melihatnya ketika berjaga (tidak dalam mimpi), ia juga telah mendakwakan (dalam wasiat itu) berbagai hal yang jelas jelas bohong dan bathil, dan kami akan terangkan nanti Insya Allah.Pada tahun tahun yang lalu kami telah menjelaskan kepada semua orang tentang kebohongan dan kebatilan wasiat itu secara terang-terangan, ketika kami membaca selebaran terahir ini, kami ragu-ragu menulisnya, karena jelas kebatilannya dan keberanian pembohong itu, dan kami tidak menduga sebelumnya hal itu bisa laku di kalangan orang-orang berakal sehat, bahkan banyak dari kawan kami yang memberitahukan, bahwa wasiat bohong itu telah tersebar diantara mereka, dan ada yang mempercayainya.Atas dasar itu semua kami memandang perlu untuk menulisnya ; menjelaskan ketidakbenaran dan kebohongan wasiat itu terhadap Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga tak seorangpun dapat tertipu olehnya.Barang siapa diantara para ahli ilmu yang beriman dan orang orang yang berfikiran sehat mau mempelajarinya, niscaya ia akan tahu bahwa hal itu adalah kebohongan ditinjau dari beberapa segi, kami telah menanyakan kepada keluarga dekat Syaikh Ahmad yang wasiat bohong itu dinisbatkan kepadanya, tetapi mereka mengingkari kebohongan itu, bahkan hal itu merupakan pembohongan terhadap almarhum Syaikh Ahmad, sebab beliau belum pernah mengatakannya sama sekali, dan beliau telah lama meninggal dunia, seandainya Syaikh Ahmad tersebut maupun yang lebih hebat daripadanya mendakwakan bahwasanya ia melihat Nabi Muhammad ketika sedang tidur atau berjaga, kemudian mewasiatkan seperti ini, pasti kita tahu bahwa hal itu bohong belaka, atau yang mengatakan kepadanya setan bukan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, berdasarkan keterangan keterangan di bawah ini.Diantaranya : bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan dapat dilihat oleh seseorang ketika ia berjaga setelah beliau wafat, jika ada dari kalangan sufi yang mendakwakan bahwasanya ia melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika ia berjaga setelah ia wafat, atau beliau menghadiri peringatan maulid atau yang lainnya, maka betul-betul ia telah berbuat salah dan menyeleweng, karena sesungguhnya mayat itu akan bangkit dari kuburnya pada hari kiamat, bukan di dunia sekarang ini.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :ثم إنكم بعد ذلك لميتون، ثم إنكم يوم القيامة تبعثون “Kemudian sesudah itu sesungguhnya kamu sekalian pasti akan mati, kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat” (QS. Al Mu’minun, 15-16).Dengan demikian berarti Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan bahwasanya kebangkitan mayat itu pada hari kiamat bukan di dunia seperti sekarang ini, barang siapa yang menyalahi itu berarti ia jelas pembohong dan penyeleweng, ia tidak mengetahui kebenaran sebagaimana telah diketahui oleh ulama salaf, para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan para pengikut mereka dengan sebaik-baiknya.Kedua : bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan mengatakan sesuatu berlawanan dengan yang hak, baik di masa hidupnya maupun sesudah wafatnya, dan wasiat di atas tadi benar-benar telah menyalahi syariatnya secara terang terangan ditinjau dari beberapa segi seperti di bawah ini.Memang kadang kadang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dapat dilihat dalam mimpi, barang siapa yang melihat wajah beliau yang mulia, berarti ia betul-betul melihatnya, karena syetan tidak bisa meyerupai wajah beliau, sebagaimana hal itu dijelaskan dalam hadits hadits shohih. Yang paling penting ialah bagaimana keimanan orang yang mimpi tersebut, kejujurannya, keadilannya, hafalannya, agamanya dan amanatnya ? Apakah ia melihat wajah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam atau yang lainnya ? Jika ada hadits disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam di masa hidupnya diriwayatkan tidak melalui jalur orang orang terpercaya, adil dan kuat hafalannya, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan landasan huhum (argumen), atau hadits tersebut melalui jalur di atas, tapi bertentangan dengan riwayat para perowi lain yang lebih terpercaya dan lebih kuat hafalannya, sedangkan tidak ada jalur sanad yang lain untuk dikorelasikan, maka yang pertama dimansukh (dihapus masa berlakunya) oleh yang kedua, dan tidak boleh diamalkan, dan hadits kedua sebagai nasikh, boleh diamalkan dengan syarat syarat tertentu jika memungkinkan, jika tidak memungkinkan untuk dikorelasikan maka yang lebih lemah hafalannya dan lebih rendah tingkat keadilannya harus ditinggalkan, berarti kedudukan hadits tadi syadz (bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak bisa diamalkan.Sekarang bagaimana dengan penyampaian wasiat yang tidak diketahui bahwa ia telah menukil dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, tidak diketahui keadilan dan amanatnya ? Benar-benar wasiat ini harus ditinggalkan dan tidak perlu diperhatikan, walaupun isinya tidak bertentangan dengan syariat Islam, dan harus lebih ditinggalkan jika wasiat itu mencakup hal hal yang menunjukkan kebatilan dan kebohongan terhadap Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan mencakup pensyariatan agama yang tidak diizinkan oleh Allah, sedangkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :" من قال علي ما لم أقل فليتبوأ مقعده من النار ".“Barang siapa yang mengatakan sesuatu hal (yang dinisbatkan kepada saya) yang saya sendiri tidak pernah mengatakannya maka bersiaplah ia menduduki tempatnya dari api neraka”.Pendusta itu telah mengatakan wasiat itu dari Rasulullah, sedangkan beliau tidak pernah mengatakannya, berarti ia telah berdusta pada Rasulullah dan pada dirinya sendiri, bagaimana ia akan bebas dari azab Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat pedih itu, jika ia tidak cepat-cepat bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan memberitahukan kepada khayalak ramai bahwa ia telah mendakwakan dengan kebohongan wasiat itu atas diri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebab orang yang telah menyebarkan kebatilan diantara manusia tidak akan diterima taubatnya kecuali dengan mengumumkannya, sehingga diketahui oleh mereka bahwa ia telah kembali kepada jalan yang lurus.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :إن الذين يكتمون ما أنزلنا من البينات والهدى من بعد ما بيناه للناس في الكتاب أولئك يلعنهم الله ويلعنهم اللاعنون، إلا الذين تابوا وأصلحوا وبينوا فأولئك أتوب عليهم وأنا التواب الرحيم.“Sesungguhnya orang orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan, berupa keterangan keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat(pula)oleh semua (makhluk)yang dapat melaknat, kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebaikan), maka terhadap merekalah Aku (Allah) menerima taubatnya dan Akulah penerima taubat lagi MahaPenyayang” (QS. Al Baqarah, 159-160).Dalam ayat di atas, Allah telah menjelaskan barang siapa yang menyembunyikan suatu kebenaran, maka taubatnya tidak akan diterima, kecuali jika ia mengadakan perbaikan dan menjelaskan kebenaran tersebut, Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi hamba-Nya, dan menyempunakan ni’mat-Nya kepada mereka dengan mengutus Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan wahyu yang diturunkan kepadanya adalah sempurna, beliau tidak akan dicabut nyawanya kecuali telah disempurnakan agama-Nya, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firman-Nya :البوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nu’matKu, dan telah Kuridloi Islam sebagai agama bagimu” (QS. Al Maidah, 3).Pendusta wasiat ini telah datang pada abad keempat belas untuk mengelabuhi manusia dan mensyariatkan kepada mereka agama baru, barang siapa yang mengikutinya, maka baginya disediakan sorga, dan barang siapa yang menolak syariat itu, maka baginya disediakan neraka. Dengan demikian ia hendak menjadikan wasiat ini lebih baik dari Al Qur’an, yang mana jika seseorang tidak menulisnya dan tidak mengirimkannya dari suatau negara ke negara lainnya diharamkan baginya syafaat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kiamat, ini merupakan pembohongan yang paling hina dan jelas sekali, betapa tidak punya malu pembohong itu, ia telah berani berbuat bohong, kerena barang siapa yang menulis Al Qur’an yang mulia dan mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain, atau dari suatu tempat ke tempat yang lainnya, tidak akan mendapatkan keutamaan seperti itu jika ia tidak mengamalkan kandungannya, bagaimana ia bisa memperoleh keutamaan itu jika hanya menulis dan mengirimkan wasiat bohong itu dari suatu negara ke negara yang lain.Barang siapa yang tidak menulis Al Qur’an dan tidak mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain, maka tidak diharamkannya baginya syafaat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, jika ia benar-benar mengimaninya dan mengikuti syariatnya, satu kebohongan dalam wasiat ini saja sudah menjadi bukti atas kebatilannya, kebohongannya yang jelas, kecerobohan, kebodohan, dan jauhnya dari ajaran Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.Selain apa yang telah kami sebutkan tadi, masih banyak lagi hal-hal yang menunjukkan ketidakbenaran wasiat tersebut, walaupun pendusta itu bersumpah seribu kali atau lebih atas kebenarannya.Seandainya pembuat wasiat itu bersumpah, jika ia berdusta pasti ia akan tertimpa azab yang sangat pedih sebagai saksi atas kebenarannya, maka tetap ia tidak bisa dipercaya, dan wasiat itu tidak berubah menjadi benar, bahkan saya berani bersumpah demi Allah dan demi Allah, bahwa perbuatan itu merupakan kebohongan yang paling besar dan kebatilan yang paling hina, kita bersaksi kepada Allah dan kepada malaikat yang telah datang kepada kita dan kepada kaum muslimin yang telah memperoleh tulisan ini, suatu kesaksian kita sampaikan kepada Allah, bahwasanya wasiat ini dusta dan bohong kalau dinisbatkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, semoga Allah membuat hina orang orang yang menisbatkan wasiat itu kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam, dan menyiksanya sesuai dengan perbuatannya.Diantara sekian banyak kebatilan dan kebohongan wasiat tersebut adalah :Pertama :Isi kandungan wasiat tersebut yang berbunyi :” karena dari Jum’at ke Jum’at telah meninggal dunia sekitar 160.000 orang dengan tidak memeluk agama Islam ”, kerena hal itu merupakan ilmu ghaib, dan wahyu bagi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah berhenti setelah beliau wafat, sedangkan pada masa hidupnya beliau tidak tahu ilmu ghoib, mana mungkin hal itu bisa terjadi sepeninggal beliau ?Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :قل لا أقول لكم عندي خزائن الله ولا أعلم الغيب ولا أقول لكم إني ملك إن أتبع إلا ما يوحى إلي قل هل يستوي الأعمى والبصير أفلا تتفكرون “Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghoib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, aku mengetahui apa yang telah diwahyukan kepadaku, katakanlah, apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat ? maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?” (QS. Al An’am, 50).قل لا يعلم من في السموات والأرض الغيب إلا الله وما يشعرون أيان يبعثون “Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghoib, kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan” (QS. An Naml, 65).Dalam hadits shahih disebutkan, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :" يذاد رجال عن حوضي يوم القيامة فأقول : يا رب، أصحابي أصحابي، فيقال لي : إنك لا تدري ما أحدثوا بعدك، فأقول كما قال العبد الصالح : وكنت عليهم شهيدا ما دمت فيهم، فلما توفيتني كنت أنت الرقيب عليهم وأنت على كل شيء قدير ".".“Banyak orang orang yang dijauhkan dari telagaku pada hari kiamat nanti, maka aku berkata : ya Rabb, mereka adalah sahabat sahabatku, mereka sahabat sahabatku, maka dikatakan kepadaku : sesungguhnya engkau tidak tahu tentang apa yang mereka perbuat setelah engkau wafat ?, maka aku berkata sebagaimana hamba sholeh(Nabi Isa) berkata :” Dan aku menjadi saksi bagi mereka selama aku hidup bersama mereka, maka setelah Engkau telah mewafatkan aku, Engkaulah yang menjadi penguasa bagi mereka dan sesungguhnya Engkau MahaMengetahui atas segala sesuatu”.Kedua :Ungkapan yang mengatakan : “barang siapa yang menulisnya sedangkan ia orang fakir, maka Allah akan menjadikan kaya, atau ia berhutang maka Allah akan melunasinya, atau ia berdosa maka Allah akan mengampuninya serta kedua orang tuanya berkat wasiat ini, … dan seterusnya”, ini merupakan kebohongan besar dan bukti nyata atas kebohongan pedusta itu, betapa ia tidak punya malu terhadap Allah dan hamba hambaNya, karena ketiga hal di atas tidak bisa dicapai hanya dengan menulis Al Qur’an, apalagi menulis wasiat ini yang jelas batilnya, tidak lain pelaku dosa ini hanyalah akan mengkaburkan manusia saja, serta menjadikan mereka selalu bergantung kepada wasiat itu, sehingga mereka mau menulisnya dan mengelu elukan keutamaan yang dijanjikan, dengan meninggalkan tuntunan yang telah disyari’atkan Allah kepada hamba hambaNya, ia menjadikan wasiat itu sebagai sarana mencapai kekayaan, membayar hutang, dan ampunan Tuhan, kita berlindung kepada Allah dari kehinaan, mengikuti hawa nafsu dan syetan.Ketiga :Isi kandungannya yang berbunyi :”Sedangkan barang siapa yang tidak menulisnya, maka hitamlah mukanya di dunia dan akhirat”.Ini juga merupakan kebohongan besar dan bukti nyata atas kebatilan wasiat tersebut serta pengecutnya pendustanya, mana ada orang yang berakal akan menerima perkataan itu, pembawa wasiat itu adalah seorang manusia yang hidup pada abad keempat belas hijriyah, dan tidak diketahui identitasnya, ia mendakwakan kebohongan atas diri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan anggapan bahwa barang siapa yang menulisnya akan dijamin dengan tiga jaminan di atas.MahaSuci Engkau Ya Allah, ini merupakan kebohongan yang besar, bukti bukti dan realita yang secara empiris telah menunjukkan atas kebohongan pendusta itu, betapa besar dosanya di sisi Allah, sebab kelancangannya benar-benar ia tidak punya malu terhadap Allah dan semua manusia, karena telah banyak orang yang tidak menulis wasiat ini, namun mereka toh mukanya tidak hitam, di lain pihak telah banyak orang yang menulis wasiat ini, namun mereka masih juga tetap tidak bisa membayar hutangnya, dan tetap saja dalam kefakirannya. Maka marilah kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kecenderungan hati dan dari kotoran dosa, sifat-sifat dan balasan-balasan di atas tidak pernah di janjikan oleh syariat yang mulia bagi orang orang yang menulis kitab suci Al Qur’an, kitab yang paling mulia dan paling agung, bagaimana hal itu bisa dicapai oleh orang yang menulis wasiat bohong, wasiat yang mencakup berbagai kebatilah, dan dihiasi bermacam macam kekafiran.MahaSuci Allah, alangkah sabarnya Dia (Allah) terhadap hamba hamba yang berbuat dusta atas-Nya.Keempat :Isi wasiat ini berbunyi :”Barang siapa yang percaya kepada wasiat ini, pasti akan selamat dari siksaan neraka, jika tidak percaya kafirlah dia”.Ini juga merupakan keberanian yang luar biasa untuk berbuat bohong, dengan kebatilannya pendusta itu mengajak semua manusia untuk mempercayai tipu dayanya, ia mengira bahwasanya mereka akan selamat dari api neraka jika memang mau mempercayainya, dan barang siapa yang tidak mempercayainya maka ia pantas dianggap kafir, demi Allah, pembohong itu tidak mengatakan sesuatu yang haq, bahkan sebaliknya, jika ada orang yang mempercayainya maka ia pasti dianggap kafir, bukan orang yang mendustakannya karena dakwaannya tidak berdasar dalil.Kita bersaksi kepada Allah, bahwasanya dakwaan itu adalah bohong belaka, pendusta itu hendak mensyariatkan kepada manusia apa apa yang tidak di izinkan Allah, dan sengaja memasukkan sesuatu hal baru dalam agama mereka apa apa yang tidak ada didalamnya, sedangkan Allah telah melengkapi dan mencukupkan agama umat ini, sejak empat belas abad yang silam, yaitu sebelum datangnya pendusta ini.Maka berwaspadalah, wahai para sidang pembaca dan kawan-kawan seagama, janganlah percaya terhadap dakwaan-dakwaan dusta seperti ini, jauhilah penyebarannya di kalangan anda sekalian, karena yang haq selalu disinari oleh cahaya yang tidak kabur, carilah kebenaran disertai dalilnya, bertanyalah kepada para Ulama jika kamu mendapatkan kesulitan, dan janganlah tertipu oleh sumpah sumpah bohong pendusta, karena iblis telah bersumpah kepada kedua orang tua kita yaitu Adam dan Hawa, bahwasanya ia sebagai penasehat bagi keduanya, padahal ia tak lain adalah gembong penghianat dan pendusta ulung, sebagaimana yang diceritakan Allah dalam Al Qur’an :وقاسمهما إني لكما لمن الناصحين “Dan dia (syetan) bersumpah kepada keduanya (Adam dan Hawa), sesungguhnya saya adalah termasuk orang orang yang memberi nasehat kepadmu sekalian ” (QS. Al A’raf, 21).Maka dari itu, anda sekalian harus selalu waspada terhadap pendusta ini dan para pengikutnya, sebab banyak diantara mereka yang mempunyai sumpah bohong, mengingkari janji, dan menghiasi perkataan-perkataannya untuk membujuk dan menyesatkan.Semoga Allah tetap memelihara kami, anda sekalian dan kaum muslimin semua dari segala kejahatan syetan, fitnah orang-orang yang menyesatkan, penyelewengan orang orang yang menyimpang, dan tipu daya musuh musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka hendak membaurkan agama dan memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka dan mengkaburkan agamaNya bagi umat manusia, tetapi Allah pasti menyempurnakan cahaya-Nya serta menolong agama-Nya, walaupun musuh musuh-Nya baik dari kelompok syetan dan pengikutnya maupun orang orang kafir dan atheis itu tidak rela.Adapun hal hal yang telah disebutkan pendusta ini tentang timbulnya kemungkaran-kemungkaran adalah realitas, dan Al Qur’an dan hadits pun telah memperingatkan kita sejauh mungkin, pada keduanya (Al Qur’an dan Hadits) terdapat hidayah dan kecukupan.Mari kita memohon kepada Allah, agar berkenan memperbaiki keadaan kaum muslimin dan memberi karunia kepada mereka untuk tetap mengikuti yang haq dan tetap konsisten dalam menjalankannya, serta mau bertaubat kepada-Nya dan meminta ampunan-Nya dari segala macam dosa, karena sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat, Pemurah dan berkuasa atas segala galanya.Adapun yang telah disebutkan tentang tanda-tanda hari kiamat, maka hal itu sudah dijelaskan oleh hadits-hadits shahih, selain juga Al Qur’an telah menyinggung sebagian saja, barang siapa yang ingin mengetahuinya ia dapat mendapatkannya pada bab-bab tertentu dalam buku buku hadits serta karangan karangan para ahli ilmu dan iman.Akhirnya, sudah cukup jelas bagi kita bahwa kebohongan pendusta itu tidak diragukan lagi, karena ia telah mengkaburkan dan mencampur adukan antara yang haq dan yang batil, cukup Allahlah sebagai penolong kita, Dia sebaik baik pelindung, tak ada kekuasaan dan kekuatan apapun kecuali di tangan Allah.الحمد لله رب العالمين، وصلى الله على عبده ورسوله الصادق الأمين، وعلى آله وأصحابه وأتباعه بإحسان إلى يوم الدين.Dikutip dari الحذر من البدع Tulisan Syaikh Abdullah Bin Abdul Aziz Bin Baz, Mufti Saudi Arabia. Penerbit Departemen Agama Saudi Arabia. Edisi Indonesia "Waspada terhadap Bid'ah".

Wasiat Abu Burdah


Abu Burdah bin Musa Al Asy'ari meriwayatkan, bahwa ketika menjelang wafatnya, Abu Musa pernah berkata kepada puteranya, "Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seorang yang mempunyai sepotong roti. Dahulu kala di sebuah tempat ibadah, ada seorang laki-laki yang sangat tekun beribadah kepada Allah. Ibadah yang dilakukannya itu kurang lebih tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ia tinggalkan, kecuali pada hari-hari yang telah ia tentukan. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita, sehingga dia pun tergoda dalam bujuk rayunya dan bergelimang dalam dosa selama tujuh hari, sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-istri."
Setelah ia sadar, maka ia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu ia tinggalkan. Kemudian ia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil mengerjakan sholat dan bersujud. Akhirnya dalam pengembaraannya itu, ia sampai ke sebuah pondok yang di dalamnya sudah terdapatdua belas fakir miskin. Sedangkan lelaki itu juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana. Karena sudah sangat letih dari sebuah perjalanan yang sangat jauh, akhirnya ia tertidur bersama fakir miskin yang ada di pondok itu.
Rupanya di samping pondok tersebut, hidup seorang pendeta yang setiap malamnya selalu mengirimkan beberap potong roti kepada fakir miskin yang menginap di pondok itu. Masing-masing mendapatkan sepotong roti. Pada waktu yang lain, datang pula orang lain yang membagikan roti kepada tiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan lelaki yang bertaubat itu, ia juga mendapatkan bagian karena disangka sebagai orang miskin.Rupanya salah seorang dari orang miskin itu, ada yang tidak mendapatkan bagian dari orang yang membagikan roti tersebut. Lalu kepada orang yang membagikan roti itu, ia berkata, "Mengapa kamu tidak membagikan roti itu kepadaku?"
Orang yang membagikan roti itu-pun menjawab, "Kamu lihat sendiri, roti yang aku bagikan telah habis, da aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari sepotong roti." Mendengar ucapan dari orang yang membagikan roti itu, maka lelaki yang sedang bertaubata itu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapatkan bagian tadi. Sedangkan lelaki yang bertaubat tersebut keesokan harinya meninggal dunia.
Di hadapan Allah, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang ia lakukan selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadah yang ia lakukan selama tujuh puluh tahun dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam. Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sepotong roti yang ia berikan kepada fakir miskin yang sangat memerlukannya, ternyata amal sepotong roti tersebut mampu mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu. Pada anaknya, Abu Musa berkata, "Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sepotong roti itu."

Kisah Keislaman Saad bin Abi Waqqash



Di zaman Rasulullah tersebutlah seorang pemuda berusia tujuh belas tahun yang bernama Saad bin Abi Waqqash. Suatu hari pemuda itu berkata, "Pada suatu malam, di tahun ini, saya bermimpi seolah-olah tenggelam di dalam kegelapan yang bertumpuk-tumpuk. Ketika saya terbenam di dalam kegelapan itu, tiba-tiba ada cahaya bulan yang menerangiku. Saya kemudian mengikuti arah cahaya itu dan saya dapati di sana ada sekelompok manusia, di antara mereka terdapat Zaid bin Haritsash, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Bakar Ash-Shidiq. Saya bertanya, "Sejak kapan kalian ada di sini?" Mereka menjawab, "Satu jam."Manakala siang telah muncul, saya mendengar suara dakwah Muhammad saw. kepada Islam. Saya meyakini bahwa saya sekarang berada di dalam kegelapan dan dakwah Muhammad saw. adalah cahaya itu. Maka, saya pun mendatangi Muhammad dan aku dapati orang-orang yang kujumpai dalam mimpi, ada di samping beliau. Maka, aku pun masuk Islam.Tatkala ibu Sa'ad mengetahui hal ini, dia mogok makan dan minum, padahal Sa'ad sangat berbakti kepadanya sehinga dia merayunya setiap waktu mengharapkannya untuk mau makan walau hanya sedikit, tapi ibunya menolak. Manakala Sa'ad melihat ibunya tetap teguh berpendirian, dia berkata kepadanya, "Wahai ibu! Sesungguhnya saya sangat cinta kepadamu, namun saya lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, seadainya engkau mempunyai seratus nyawa lalu keluar dari dirimu satu persatu, aku tidak akan meninggalkan agamaku ini demi apapun juga."Tatkala sang ibu melihat keteguhan hati anaknya, dia pun menyerah lalu kembali makan dan minum meskipun tidak suka. Allah kemudian menurunkan ayat tentang mereka yang artinya, "Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kaum mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik." (Luqmaan: 15)Maha Benar Allah yang Maha Agung.

Kesederhanaan Kehidupan Rasulullah Muhammad SAW



Ketika Islam telah memiliki pengaruh yang sedemikian kuat dan disegani, dan ketika para raja-raja di Romawi bergelimang harta, maka Rasulullah masih saja tidur beralaskan tikar di rumahnya yang sederhana. Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri, tidak menyuruh isterinya. Beliau juga memerah sendiri susu kambing, untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang siap untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina 'Aisyah menceritakan: ”Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga.” Jika mendengar adzan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sholat. Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, "Belum ada sarapan ya Khumaira?" (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang berarti 'Wahai yang kemerah-merahan'). Aisyah menjawab dengan agak serba salah, "Belum ada apa-apa wahai Rasulullah." Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu aku puasa saja hari ini." tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya. Ini sesuai dengan sabda beliau, "sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya." Prihatin, sabar dan tawadhu’nya baginda SAW sebagai kepala keluarga.Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat : "Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?" "Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar" "Ya Rasulullah... mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit..." desak Umar penuh cemas. Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda. "Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?" Lalu baginda menjawab dengan lembut,”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?" "Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak." Baginda Rasulullah pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor. Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya. Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu. Kecintaannya yang tinggi terhadap Allah SWT dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.

Seolah-olah anugerah kemuliaan dari Allah tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan. Ketika pintu Syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih saja berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi. Hingga ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah, "Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?" Jawab baginda dengan lunak, "Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur." Ketika ajalnya dekat menjelang, Rasulullah SAW masih sempat-sempatnya memikirkan umatnya. Ketika Jibril berkata, "Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, wahai Rasul Allah”. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?", tanya Rasulullah seolah tak tega meninggalkan kita semua (umatnya) tanpa kepastian dibebaskannya umatnya dari api neraka.Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi, "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Demikian sayangnya Rasulullah SAW kepada kita sebagai umatnya, hingga di detik-detik terakhir ajal beliau masih berdoa bagi kebaikan umatnya.

Etika dalam Berpakaian & Berhias

1. Disunnatkan memakai pakaian baru, bagus dan bersih.

2. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda kepada salah seorang shahabatnya di saat beliau melihatnya mengenakan pakaian jelek :”Apabila Allah mengaruniakan kepadamu harta, maka tampakkanlah bekas nikmat dan kemurahan-Nya itu pada dirimu. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).

3. Pakaian harus menutup aurat, yaitu longgar tidak membentuk lekuk tubuh dan tebal tidak memperlihatkan apa yang ada di baliknya.

4. Pakaian laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya. Karena hadits yang bersumber dari Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhu ia menuturkan: “Rasulullah melaknat (mengutuk) kaum laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. Al-Bukhari).
Tasyabbuh atau penyerupaan itu bisa dalam bentuk pakaian ataupun lainnya.

5. Pakaian tidak merupakan pamer pakaian (untuk ketenaran), karena Rasulullah Radhiallaahu 'anhu telah bersabda: “Barang siapa yang mengenakan pakaian ketenaran di dunia niscaya Allah akan mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari Kiamat.” ( HR. Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

6. Pakaian tidak boleh ada gambar makhluk yang bernyawa atau gambar salib, karena hadits yang bersumber dari Aisyah Radhiallaahu 'anha menyatakan bahwasanya beliau berkata: “Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak pernah membiarkan pakaian yang ada gambar salibnya melainkan Nabi menghapusnya”. (HR. Al-Bukhari dan Ahmad).

7. Laki-laki tidak boleh memakai emas dan kain sutera kecuali dalam keadaan terpaksa. Karena hadits yang bersumber dari Ali Radhiallaahu 'anhu mengatakan: “Sesungguhnya Nabi Allah Subhaanahu wa Ta'ala pernah membawa kain sutera di tangan kanannya dan emas di tangan kirinya, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya dua jenis benda ini haram bagi kaum lelaki dariumatku”. (HR. Abu Daud dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

8. Pakaian laki-laki tidak boleh panjang melebihi kedua mata kaki. Karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda : “Apa yang berada di bawah kedua mata kaki dari kain itu di dalam neraka” (HR. Al-Bukhari).

Adapun perempuan, maka seharusnya pakaiannya menu-tup seluruh badannya, termasuk kedua kakinya.
Adalah haram hukumnya orang yang menyeret (meng-gusur) pakaiannya karena sombong dan bangga diri. Sebab ada hadits yang menyatakan : “Allah tidak akan memperhatikan di hari Kiamat kelak kepada orang yang menyeret kainnya karena sombong”. (Muttafaq’alaih).

9. Disunnatkan mendahulukan bagian yang kanan di dalam berpakaian atau lainnya. Aisyah Radhiallaahu 'anha di dalam haditsnya berkata: “Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam suka bertayammun (memulai dengan yang kanan) di dalam segala perihalnya, ketika memakai sandal, menyisir rambut dan bersuci’. (Muttafaq’-alaih).

10. Disunnatkan kepada orang yang mengenakan pakaian baru membaca :
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّةٍ
“Alhamdulillaahilladzii hadzaattauba wa razaqaniihi min ghairi haulin minnii wa laa qawwatin”
“Segala puji bagi Allah yang telah menutupi aku dengan pakaian ini dan mengaruniakannya kepada-ku tanpa daya dan kekuatan dariku”. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

11. Disunnatkan memakai pakaian berwarna putih, katrena hadits mengatakan: “Pakaialah yang berwarna putih dari pakaianmu, karena yang putih itu adalah yang terbaik dari pakaian kamu...” (HR. Ahmad dan dinilah shahih oleh Albani).

12. Disunnatkan menggunakan farfum bagi laki-laki dan perempuan, kecuali bila keduanya dalam keadaan berihram untuk haji ataupun umrah, atau jika perempuan itu sedang berihdad (berkabung) atas kematian suaminya, atau jika ia berada di suatu tempat yang ada laki-laki asing (bukan mahramnya), karena larangannya shahih.

13. Haram bagi perempuan memasang tato, menipiskan bulu alis, memotong gigi supaya cantik dan menyambung rambut (bersanggul). Karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam di dalam haditsnya mengatakan: “Allah melaknat (mengutuk) wanita pemasang tato dan yang minta ditato, wanita yang menipiskan bulu alisnya dan yang meminta ditipiskan dan wanita yang meruncingkan giginya supaya kelihatan cantik, (mereka) mengubah ciptaan Allah”. Dan di dalam riwayat Imam Al-Bukhari disebutkan: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya”. (Muttafaq’alaih).

(Dikutip dari Judul Asli Al-Qismu Al-Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, penulis Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, versi Indonesia Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari)

Tuesday, August 22, 2006

istri cantik bersuami buruk rupa

Selasa, 14 Maret 2006
Logika Alquran



Imam Al-Ashmu'i pernah bercerita, ''Suatu hari aku pernah berjalan-jalan ke sebuah perkampungan Badui. Ketika aku melewati lorong-lorong rumah yang kumuh, aku melihat ada seorang gadis kecil manis sedang memainkan tanah dengan jari-jemarinya.
Aku sapa dia, ''Assalamuaalaikum, siapa namamu?'' Belum sempat menjawab, tiba-tiba ibunya datang dari arah belakangku. Alangkah terkejutnya aku, ternyata ia seorang ibu muda yang berparas sangat cantik.
Tapi aku semakin terkejut lagi, ketika dari arah kejauhan kulihat wajah suaminya sangat buruk. Kuberanikan diri untuk menyapanya. ''Apakah dia suamimu?'' tanyaku agak heran.
''Ya, dia adalah suamiku yang sangat kucintai.'' ''Kenapa engkau yang berparas sangat cantik ini mau dengan dia yang berparas sangat buruk?''
Si wanita cantik itu menjawab dengan tegas. ''Dengarlah wahai Imam, sepertinya suamiku yang bermuka buruk itu adalah orang yang sangat baik di sisi Allah SWT, sehingga Allah menjadikan diriku sebagai pahala untuknya. Dan sepertinya aku adalah manusia yang kurang baik di sisi Allah SWT, sehingga Allah menjadikan dia sebagai hukuman bagiku.''
Aku takjub dibuatnya. Ternyata di pedalaman Badui ini masih banyak orang yang berhati tulus seperti dia.
Sikap wanita cantik ini sangat ideal. Dia selalu bersikap positive thinking. Segala sesuatunya diukur dengan husnudzan (baik sangka) kepada Allah SWT. Dia tidak pernah mengeluh menghadapi kesulitan dan keburukan. Tidak pernah ada kata frustrasi.
Dia yakin Allah SWT sangat sayang kepada hamba-Nya. Allah SWT sangat adil. Dia mengukur permasalahan dengan logika Alquran. ''Boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi itu lebih baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu tapi ia (sebenarnya) buruk bagi kamu. Dan Allah SWT Maha mengetahui dan kamu tidak mengetahui. (QS Al-Baqarah: 216).
Hidup di dunia bagaikan permainan dan senda gurau (QS Al-Hadid: 20). Wanita cantik ini tidak mau dipermainkan oleh ego jiwanya. Keindahan dunia itu sekejap, dan dia tidak mau terlena olehnya, apalagi sampai menjauh dari Allah SWT lantaran dunia.
Dia sangat bersyukur mendapat suami yang sangat baik dan taat kepada Allah SWT, meski logika manusia mengatakan dia buruk rupa. Ia selalu menghiasi hidupnya dengan baju qanaah, tawadlu, dan ikhlas menghadapi ujian dunia.
''Tidaklah musibah yang kalian dapatkan itu kecuali memang karena hasil dari tangan-tanganmu.'' (QS As-Syura: 30). Karena itu dia memilih menyalahkan diri sendiri ketimbang menyalahkan orang lain. Sikap ini selalu mengontrol dirinya dari keangkuhan dan selalu menyalahkan.
Alangkah indahnya bila hidup ini sarat dengan logika Alquran seperti itu, apalagi di zaman sekarang yang penuh dengan masalah, musibah, dan senda gurau lainnya.
(Fahmi Zubir )