merasa tersindir dengan ayat ini 9:24
Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
menengok kembali ke belakang, ternyata kehidupan sebagian besar manusia pada umumnya telah diisi oleh delapan hal tadi sebagai prioritas hidupnya. menengok saja kepada diriku, senin-jumat aku menghabiskan banyak waktuku bekerja jam 8-17, itupun kalo ga ditambah nongkrong dulu internatan dikantor atau ada kerjaan lain. tapi sebelum itu, bangun pagi, siap-siap untuk bekerja, dan sorenya atau malamnya istirahat, berjalan sampai jumat.
Kesempatan tinggal sabtu dan minggu,apakah untuk Allah Rasul dan berjuang dijalanNya?
ternyata tidak, sabtu minggu ku kuhabiskan bersama keluarga, istirahat, jalan-jalan, menenangkan diri (baca= jiwa)
Difikir kembali, manakah wujud cinta kita, cintaku kepada Allah, Rasul, dan Jihad dijalanNya?
Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal shaleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, (QS 9:120)
Kalau aku masih menyangkal, khan aku sudah sholat, puasa, zakat, haji, sedekah, baca Quran, berbuat baik kepada orang lain, bekerja juga niatnya ibadah?
nah, mungkin yang harus ditanyakan lagi adalah, definisi cinta kepada Allah, Rasul,dan jihad itu seperti apa?
kalau menilik kepada QS 9:120 tadi, ciri cinta itu adalah menyertai Rasul. Ngapain sich Rasul? Bekerja dari senin-jumat, trus sabtu minggu istirahat? apa yang Rasul perjuangkan, ibadah mencari rezeky untuk keluarganya saja? dan bagaimana juga dengan para sahabat yang menyertainya? hingga diayat tersebut dijelaskan kondisi orang yang berjuang itu kepayahan, kehausan, kelaparan, membuat orang kafir marah.
Atau jangan-jangan kehadiran kita ditengah-tengah orang kafir malah menyenangkan mereka?
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun
mungkin menengok kekanan kekiri, dimana banyak sekali bencana yang menimpa diri kita, mungkinkah merupakan salah satu ciri dari "keputusanNya" itu?
Wallahu Alam hanya unek-unek dalam hati yang belum tertenangkan...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment