tahukah kamu perbuatan yang menyenangkan kita tetapi juga dapat menyenangkan orang lain?
Ghibah.. atau bahasa kerennya membicarakan keburukan orang lain.
Suatu hal yang sepele memang, dan banyak orang menyukai perbuatan ini, terutama kaum wanita (bukan maksud diskriminasi,karena demikian di Quran disebutkan secara khusus, kalo ga percaya buka QS 49:11). saat kita ngobrol bersama teman-teman, ngerumpi, dari obrolan ringan kebanyakan akan berujung kepada membicarakan keburukan orang lain atau kekurangan orang lain.
padahal jelas tuch di ayat di jelaskan larangannya
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. Al Hujurat (49):11
lah, kan yang diomongin bener tuch?
kalo ga bener, berarti kita memfitnah orang yang kita bicarakan, dan hukumnya adalah lebih besar (memfirnah lebih kejam dari pada membunuh, hah lo. dikatakan pembunuh aja ga mau, apalagi ini lebih kejam lagi)
koq menyenangkan orang lain (orang yang kita bicarakan)?
soalnya, orang yang kita bicarakan tadi bakal dapat bonus pahala dari kita, semakin banyak kita membicarakan tentang dia, maka semakin banyak pula pahala yang kita transfer ke dia?
Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasululloh SAW bersabda : “siapa yang merusak nama baik atau merusak harta benda orang lain, maka minta maaflah kepada saudaranya (sesama muslim) sekarang ini sebelum dinar & dirham / mata uang tidak berlaku lagi (har kiamat). Jika ia mempunyai amal baik maka sebagian amal baiknya itu akan diambil sesuai dengan kadar aniaya yang dilakukannya. Kalau ia tidak mempunyai amal baik, maka dosa orang yang dianiaya itu diambil dan ditambah ke dalam dosanya.” (Shahih Bukhari no.1171)
Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasululloh SAW bersabda : “Tahukah kamu apa arti mukhlis / bangkrut / pailit?” Jawab para sahabat, "Mukhlis menurut kami ialah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta." Sabda Nabi SAW, " Sesungguhnya orang yang bangkrut (mukhlis) dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan shalat, puasa dan zakat, dan membawa dosa karena dia pernah mencaci-maki (menggunjing/meng-ghibah) orang lain (sesama muslim), menuduh-nuduh orang, pernah memakan harta orang, pernah membunuh orang serta dia pernah memukul orang lain. Kemudian dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka." (Shahih Muslim no.2211)
sebenarnya masih banyak bahaya ghibah yang lain, tapi sementara ini dulu aja...
(ada yang mau transfer pahala ke saya???)
Wallahu Alam bi Shawab
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment