tahukah kamu perbuatan yang menyenangkan kita tetapi juga dapat menyenangkan orang lain?
Ghibah.. atau bahasa kerennya membicarakan keburukan orang lain.
Suatu hal yang sepele memang, dan banyak orang menyukai perbuatan ini, terutama kaum wanita (bukan maksud diskriminasi,karena demikian di Quran disebutkan secara khusus, kalo ga percaya buka QS 49:11). saat kita ngobrol bersama teman-teman, ngerumpi, dari obrolan ringan kebanyakan akan berujung kepada membicarakan keburukan orang lain atau kekurangan orang lain.
padahal jelas tuch di ayat di jelaskan larangannya
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. Al Hujurat (49):11
lah, kan yang diomongin bener tuch?
kalo ga bener, berarti kita memfitnah orang yang kita bicarakan, dan hukumnya adalah lebih besar (memfirnah lebih kejam dari pada membunuh, hah lo. dikatakan pembunuh aja ga mau, apalagi ini lebih kejam lagi)
koq menyenangkan orang lain (orang yang kita bicarakan)?
soalnya, orang yang kita bicarakan tadi bakal dapat bonus pahala dari kita, semakin banyak kita membicarakan tentang dia, maka semakin banyak pula pahala yang kita transfer ke dia?
Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasululloh SAW bersabda : “siapa yang merusak nama baik atau merusak harta benda orang lain, maka minta maaflah kepada saudaranya (sesama muslim) sekarang ini sebelum dinar & dirham / mata uang tidak berlaku lagi (har kiamat). Jika ia mempunyai amal baik maka sebagian amal baiknya itu akan diambil sesuai dengan kadar aniaya yang dilakukannya. Kalau ia tidak mempunyai amal baik, maka dosa orang yang dianiaya itu diambil dan ditambah ke dalam dosanya.” (Shahih Bukhari no.1171)
Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasululloh SAW bersabda : “Tahukah kamu apa arti mukhlis / bangkrut / pailit?” Jawab para sahabat, "Mukhlis menurut kami ialah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta." Sabda Nabi SAW, " Sesungguhnya orang yang bangkrut (mukhlis) dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan shalat, puasa dan zakat, dan membawa dosa karena dia pernah mencaci-maki (menggunjing/meng-ghibah) orang lain (sesama muslim), menuduh-nuduh orang, pernah memakan harta orang, pernah membunuh orang serta dia pernah memukul orang lain. Kemudian dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka." (Shahih Muslim no.2211)
sebenarnya masih banyak bahaya ghibah yang lain, tapi sementara ini dulu aja...
(ada yang mau transfer pahala ke saya???)
Wallahu Alam bi Shawab
Wednesday, March 24, 2010
Tuesday, March 23, 2010
9:24 manakah yang lebih engkau cinta?
merasa tersindir dengan ayat ini 9:24
Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
menengok kembali ke belakang, ternyata kehidupan sebagian besar manusia pada umumnya telah diisi oleh delapan hal tadi sebagai prioritas hidupnya. menengok saja kepada diriku, senin-jumat aku menghabiskan banyak waktuku bekerja jam 8-17, itupun kalo ga ditambah nongkrong dulu internatan dikantor atau ada kerjaan lain. tapi sebelum itu, bangun pagi, siap-siap untuk bekerja, dan sorenya atau malamnya istirahat, berjalan sampai jumat.
Kesempatan tinggal sabtu dan minggu,apakah untuk Allah Rasul dan berjuang dijalanNya?
ternyata tidak, sabtu minggu ku kuhabiskan bersama keluarga, istirahat, jalan-jalan, menenangkan diri (baca= jiwa)
Difikir kembali, manakah wujud cinta kita, cintaku kepada Allah, Rasul, dan Jihad dijalanNya?
Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal shaleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, (QS 9:120)
Kalau aku masih menyangkal, khan aku sudah sholat, puasa, zakat, haji, sedekah, baca Quran, berbuat baik kepada orang lain, bekerja juga niatnya ibadah?
nah, mungkin yang harus ditanyakan lagi adalah, definisi cinta kepada Allah, Rasul,dan jihad itu seperti apa?
kalau menilik kepada QS 9:120 tadi, ciri cinta itu adalah menyertai Rasul. Ngapain sich Rasul? Bekerja dari senin-jumat, trus sabtu minggu istirahat? apa yang Rasul perjuangkan, ibadah mencari rezeky untuk keluarganya saja? dan bagaimana juga dengan para sahabat yang menyertainya? hingga diayat tersebut dijelaskan kondisi orang yang berjuang itu kepayahan, kehausan, kelaparan, membuat orang kafir marah.
Atau jangan-jangan kehadiran kita ditengah-tengah orang kafir malah menyenangkan mereka?
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun
mungkin menengok kekanan kekiri, dimana banyak sekali bencana yang menimpa diri kita, mungkinkah merupakan salah satu ciri dari "keputusanNya" itu?
Wallahu Alam hanya unek-unek dalam hati yang belum tertenangkan...
Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
menengok kembali ke belakang, ternyata kehidupan sebagian besar manusia pada umumnya telah diisi oleh delapan hal tadi sebagai prioritas hidupnya. menengok saja kepada diriku, senin-jumat aku menghabiskan banyak waktuku bekerja jam 8-17, itupun kalo ga ditambah nongkrong dulu internatan dikantor atau ada kerjaan lain. tapi sebelum itu, bangun pagi, siap-siap untuk bekerja, dan sorenya atau malamnya istirahat, berjalan sampai jumat.
Kesempatan tinggal sabtu dan minggu,apakah untuk Allah Rasul dan berjuang dijalanNya?
ternyata tidak, sabtu minggu ku kuhabiskan bersama keluarga, istirahat, jalan-jalan, menenangkan diri (baca= jiwa)
Difikir kembali, manakah wujud cinta kita, cintaku kepada Allah, Rasul, dan Jihad dijalanNya?
Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal shaleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, (QS 9:120)
Kalau aku masih menyangkal, khan aku sudah sholat, puasa, zakat, haji, sedekah, baca Quran, berbuat baik kepada orang lain, bekerja juga niatnya ibadah?
nah, mungkin yang harus ditanyakan lagi adalah, definisi cinta kepada Allah, Rasul,dan jihad itu seperti apa?
kalau menilik kepada QS 9:120 tadi, ciri cinta itu adalah menyertai Rasul. Ngapain sich Rasul? Bekerja dari senin-jumat, trus sabtu minggu istirahat? apa yang Rasul perjuangkan, ibadah mencari rezeky untuk keluarganya saja? dan bagaimana juga dengan para sahabat yang menyertainya? hingga diayat tersebut dijelaskan kondisi orang yang berjuang itu kepayahan, kehausan, kelaparan, membuat orang kafir marah.
Atau jangan-jangan kehadiran kita ditengah-tengah orang kafir malah menyenangkan mereka?
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun
mungkin menengok kekanan kekiri, dimana banyak sekali bencana yang menimpa diri kita, mungkinkah merupakan salah satu ciri dari "keputusanNya" itu?
Wallahu Alam hanya unek-unek dalam hati yang belum tertenangkan...
Thursday, March 18, 2010
TErbanglah
Terbanglah wahai jiwa
Bebas lepaslah
Hanyutkan dirimu bersama angin
Dan larutkan jiwa bersama air
Biarkan jiwamu bebas lepas
berialh warna pada dunia
Bebas lepaslah
Hanyutkan dirimu bersama angin
Dan larutkan jiwa bersama air
Biarkan jiwamu bebas lepas
berialh warna pada dunia
Tuesday, March 02, 2010
bernafas
Hari ini aku bisa bernafas
Karena aku hari ini bisa merasakannya sesaknya udara saat memasuki rongga dadaku
Walau bagaimanapun, ini kurasa lebih baik
Karena hari ini aku benar2 bisa merasakan bernafas
Aku merasa bebas bernafas
Bebas merasakan udara disekitasku
Sedikit demi sedikit beban itu rontok dari pundakku
Merasakan celah celah sempitnya
Sedikit demi sedikit merasakan air yang melewati sela selanya
Aku bisa berdiri
Merasakan kerikil-kerikil yang menusuk di kakiku
Merasakan duri-duri yang ada disekitarku
Dan aku merasa kembali melihat hidupku
Inilah kenyataan kawan
Bosan aku hidup dalam mimpi
Sembunyi dan terus sembunyi di semak berlumut yang bau
Aku lebih baik berdiri sendiri dan bangun dari mimpi
Walau kenyataan ini berat untuk dihadapi
Tapi tantangan ini, aku tak akan berhenti
Ternyata hanya sumbat kecil yang selama ini mengganjal
Terasa berat, karena terhimpit oleh beban yang lebih berat
Aku merasa hidup
Mungkin karena hasrat yang selama ini aku pendam
Aku simpan hingga busuk
Telah ku tumpahkan
Dan lega rasanya
Aku bisa bernafas lagi
Merasakan sesaknya udara yang berebut mengisi dadaku
walau bekas luka itu masih menganga
Tapi baiklah,aku toh masih bisa berdiri
Membuka mata, menatap hidupku sendiri
Peduli apa, pada apa yang akan terjadi
Aku merasa bebas
Dan aku akan tetap berdiri
Dan kemudian berlari meninggalkan kebusukan yang kau miliki
Aku akan berlari sendiri
Karena engkau tak pernah mau
Aku membersihkan ruanganmu
Aku mau berlari
menyongsong matahariku
Biruku
Hidupku
Dan bernafas bebas lagi....
Karena aku hari ini bisa merasakannya sesaknya udara saat memasuki rongga dadaku
Walau bagaimanapun, ini kurasa lebih baik
Karena hari ini aku benar2 bisa merasakan bernafas
Aku merasa bebas bernafas
Bebas merasakan udara disekitasku
Sedikit demi sedikit beban itu rontok dari pundakku
Merasakan celah celah sempitnya
Sedikit demi sedikit merasakan air yang melewati sela selanya
Aku bisa berdiri
Merasakan kerikil-kerikil yang menusuk di kakiku
Merasakan duri-duri yang ada disekitarku
Dan aku merasa kembali melihat hidupku
Inilah kenyataan kawan
Bosan aku hidup dalam mimpi
Sembunyi dan terus sembunyi di semak berlumut yang bau
Aku lebih baik berdiri sendiri dan bangun dari mimpi
Walau kenyataan ini berat untuk dihadapi
Tapi tantangan ini, aku tak akan berhenti
Ternyata hanya sumbat kecil yang selama ini mengganjal
Terasa berat, karena terhimpit oleh beban yang lebih berat
Aku merasa hidup
Mungkin karena hasrat yang selama ini aku pendam
Aku simpan hingga busuk
Telah ku tumpahkan
Dan lega rasanya
Aku bisa bernafas lagi
Merasakan sesaknya udara yang berebut mengisi dadaku
walau bekas luka itu masih menganga
Tapi baiklah,aku toh masih bisa berdiri
Membuka mata, menatap hidupku sendiri
Peduli apa, pada apa yang akan terjadi
Aku merasa bebas
Dan aku akan tetap berdiri
Dan kemudian berlari meninggalkan kebusukan yang kau miliki
Aku akan berlari sendiri
Karena engkau tak pernah mau
Aku membersihkan ruanganmu
Aku mau berlari
menyongsong matahariku
Biruku
Hidupku
Dan bernafas bebas lagi....
Monday, March 01, 2010
2 Dimension
Benarkah ada manusia yang memiliki dua dimensi dalam hidupnya
Tepatnya, benarkah aku memilikinya
Dua jiwa yang terperangkap dalam satu tubuh
Bergerak dan bergantian, kadang berkelahi dengan diri sendiri
Daisuke...
Satu tokoh yang sangat kusuka, dua jiwa dalam satu tubuh
Menegaskan, dialah aku
Benarkah ada kenyataan yang seperti itu
Benarkah aku memiliki dua 2 jiwa dalam diriku
hidup dalam dua dimensi
tapi kadang ku merasa, bahwa aku tetaplah satu
Karena setengah dari bagianku kutemui pada orang lain dalam hidupku
Bisa merasakannya dan mengerti seperti halnya diriku
Walau kadang kupungkiri dan kutolak dengan akalku
Dan tetap, aku belum menemukan jawabannya
Apakah memang aku benar hidup dalam dua dimensi
Tepatnya, benarkah aku memilikinya
Dua jiwa yang terperangkap dalam satu tubuh
Bergerak dan bergantian, kadang berkelahi dengan diri sendiri
Daisuke...
Satu tokoh yang sangat kusuka, dua jiwa dalam satu tubuh
Menegaskan, dialah aku
Benarkah ada kenyataan yang seperti itu
Benarkah aku memiliki dua 2 jiwa dalam diriku
hidup dalam dua dimensi
tapi kadang ku merasa, bahwa aku tetaplah satu
Karena setengah dari bagianku kutemui pada orang lain dalam hidupku
Bisa merasakannya dan mengerti seperti halnya diriku
Walau kadang kupungkiri dan kutolak dengan akalku
Dan tetap, aku belum menemukan jawabannya
Apakah memang aku benar hidup dalam dua dimensi
Biru
Warna apa yang kusuka?
Selalu satu warna jawabannya
Biru...
aku sendri tak tahu mengapa sangat nyaman dengan warna itu, sedangkan hal-hal yang terkait dengan hidupku tak banyak yang berwarna biru. Saat ini hanya jaket yang melekat ditubuhku yang warnanya biru dan selama ini, hitamlah warna yang melekat di diriku, dan itupun bukan pilihanku.
Tapi berjuta kalipun orang bertanya apa warna yang kusuka?
Satu jawaban biru...
Sedangkan kalau aku tak selamanya biru menjadi pilihanku
Aku suka warna hijau
Suka warna merah
Suka warna putih
Suka warna hitam
Dan suka warna cerah...
dan hampir tak ada barang-barang yang kumiliki dan kupilih berwarna biru, tetapi kenapa aku selalu merasa biru?
Aku selalu biru, walau aku tampak selalu hitam...
Selalu satu warna jawabannya
Biru...
aku sendri tak tahu mengapa sangat nyaman dengan warna itu, sedangkan hal-hal yang terkait dengan hidupku tak banyak yang berwarna biru. Saat ini hanya jaket yang melekat ditubuhku yang warnanya biru dan selama ini, hitamlah warna yang melekat di diriku, dan itupun bukan pilihanku.
Tapi berjuta kalipun orang bertanya apa warna yang kusuka?
Satu jawaban biru...
Sedangkan kalau aku tak selamanya biru menjadi pilihanku
Aku suka warna hijau
Suka warna merah
Suka warna putih
Suka warna hitam
Dan suka warna cerah...
dan hampir tak ada barang-barang yang kumiliki dan kupilih berwarna biru, tetapi kenapa aku selalu merasa biru?
Aku selalu biru, walau aku tampak selalu hitam...
Malam
Malam adalah rumahku
Tempatku bisa bersembunyi
Dari mata-mata yang membenci
Dan dari diri sendiri
Kadang ku merasa seperti pengecut
Seperti anak kecil yang ketakutan berlari
Meringkuk disudut gelap rumah
Menghindari cahaya yang seakan membakar kulitku
Aku sudah seperti makhluk malam
Yang takut akan siang
Dan damai dalam malam
Malam yang mendamaikanku
Dan menyembunyikanku..
Tempatku bisa bersembunyi
Dari mata-mata yang membenci
Dan dari diri sendiri
Kadang ku merasa seperti pengecut
Seperti anak kecil yang ketakutan berlari
Meringkuk disudut gelap rumah
Menghindari cahaya yang seakan membakar kulitku
Aku sudah seperti makhluk malam
Yang takut akan siang
Dan damai dalam malam
Malam yang mendamaikanku
Dan menyembunyikanku..
Ilalang
Ilalang
Saat ini ku merindukan ilalang
Rindu akan harum wangi baunya
Dan gemerisik suara gesekan daunnya
Ilalang
Dimana kita sembunyi dari mereka yang ingin menelanjangi diri ini
Seperti ingin menyatu bersama ilalang
Merasakan kelemahannya
Saat daun keringnya diterbangkan angin
Tapi cukup kuat untuk menggores kulit siapa yang menerobosnya
tak tahu ku mengapa merindu ilalang
Hanya wanginya yang seperti mendekap hatiku
Dan tajam daunnya yang mengiris jantungku
Tapi tetap tak tahu
Hanya merindu...
Saat ini ku merindukan ilalang
Rindu akan harum wangi baunya
Dan gemerisik suara gesekan daunnya
Ilalang
Dimana kita sembunyi dari mereka yang ingin menelanjangi diri ini
Seperti ingin menyatu bersama ilalang
Merasakan kelemahannya
Saat daun keringnya diterbangkan angin
Tapi cukup kuat untuk menggores kulit siapa yang menerobosnya
tak tahu ku mengapa merindu ilalang
Hanya wanginya yang seperti mendekap hatiku
Dan tajam daunnya yang mengiris jantungku
Tapi tetap tak tahu
Hanya merindu...
Menerima
Apa yang akan kau lakukan
Jika takdirmu belumlah sebuah putusan akhir
Dan masih bisa engkau ubah
Janganlah diam
Dan bila segala upaya telah engkau lakukan
Untuk menjinakan singa yang mengancammu
Dan engkau tak berdaya
Hanya bisa menerima dan menghindarinya
Maka, terimalah takdirmu
Karena mungkin itulah yang terbaik bagimu
Di balik lemahnya dirimu saat ini
Berbaliklah, tapi jangan berlari
Susunlah tekatmu dan kuatkan dirimu
Hingga bila sampai waktumu
Tantanglah kembali singa itu
Hingga dia benar-benar jinak disampingmu
Banyak sekali kenyataan hidup
Mau tidak mau kadang tak bisa kita memilih
dan kita terpaksa dipilihkan dan terpaksa menerima pilihan
Terimalah, karena bisa jadi itulah takdirmu
Yang terbaik bagimu
Tapi, janganlah diam
Beranilah untuk berjuang
Menggeliat bila hanya itu yang engkau bisa
Dan tunjukan, bahwa engkau masih hidup
Setidaknya nyalimu tak pernah surut
Menerima tak berarti kalah
Karena kita tak pernah bisa melihat
Dunia ini dari empat dimensi
Kadang mata tertutup
Bahwa hidup kita sebenarnya menjadi lebih indah
Seperti masa lalu yang tak akan pernah bisa kita pungkiri
Tak bisa kita tolak atau kita ubah
Tapi tak perlu engkau sesali
Karena kita sekarang masih tetap bisa berdiri
Sekarang, waktunya kita menjadi diri kita
Tegak berdiri kembali
Terimalah apa yang telah engkau miliki
Dan raihlah apa yang engkau mimpi
Tapi ingatlah untuk tetap berpijak pada bumi
Karena dunia mimpi memang kadang lebih indah
Tapi itu bukanlah hidup
Disinilah, diatas tumpukan duri kita berdiri
Semakin kuat dan semakin berani
Untuk mengejar apa yang ada di indah mimpi
Tak selamanya menerima itu adalah kelemahan..
Jika takdirmu belumlah sebuah putusan akhir
Dan masih bisa engkau ubah
Janganlah diam
Dan bila segala upaya telah engkau lakukan
Untuk menjinakan singa yang mengancammu
Dan engkau tak berdaya
Hanya bisa menerima dan menghindarinya
Maka, terimalah takdirmu
Karena mungkin itulah yang terbaik bagimu
Di balik lemahnya dirimu saat ini
Berbaliklah, tapi jangan berlari
Susunlah tekatmu dan kuatkan dirimu
Hingga bila sampai waktumu
Tantanglah kembali singa itu
Hingga dia benar-benar jinak disampingmu
Banyak sekali kenyataan hidup
Mau tidak mau kadang tak bisa kita memilih
dan kita terpaksa dipilihkan dan terpaksa menerima pilihan
Terimalah, karena bisa jadi itulah takdirmu
Yang terbaik bagimu
Tapi, janganlah diam
Beranilah untuk berjuang
Menggeliat bila hanya itu yang engkau bisa
Dan tunjukan, bahwa engkau masih hidup
Setidaknya nyalimu tak pernah surut
Menerima tak berarti kalah
Karena kita tak pernah bisa melihat
Dunia ini dari empat dimensi
Kadang mata tertutup
Bahwa hidup kita sebenarnya menjadi lebih indah
Seperti masa lalu yang tak akan pernah bisa kita pungkiri
Tak bisa kita tolak atau kita ubah
Tapi tak perlu engkau sesali
Karena kita sekarang masih tetap bisa berdiri
Sekarang, waktunya kita menjadi diri kita
Tegak berdiri kembali
Terimalah apa yang telah engkau miliki
Dan raihlah apa yang engkau mimpi
Tapi ingatlah untuk tetap berpijak pada bumi
Karena dunia mimpi memang kadang lebih indah
Tapi itu bukanlah hidup
Disinilah, diatas tumpukan duri kita berdiri
Semakin kuat dan semakin berani
Untuk mengejar apa yang ada di indah mimpi
Tak selamanya menerima itu adalah kelemahan..
Monday, February 15, 2010
Pohon yang Baik
Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya.
Menggambarkan sebuah pohon yang baik itu seperti jiwa, orang yang baik pula. dimana orang yang baik adalah orang yang berguna bagi orang lain, yang mampu memberikan buahnya kepada banyak orang di sekitarnya. mungkin ini terkait dengan sabda Rasulullah:
"Paling baik orang diantaramu adalah orang yang banyak berguna bagi
orang lain"
Beberapa hari ini selalu terfikir akan hal itu. sudahkan aku bermanfaat bagi orang lain. benarkah aku sudah bermanfaat bagi orang lain.
5 hari dalam seminggu, aku sibuk dengan urusan dunia, mencari "nafkah" untukku dan keluargaku (salah satu alasan yang kubuat atas kesibukanku mengejar dunia). 2 hari dalam seminggu, mungkin ku habiskan bersama keluarga, dan orang-orang terdekatku. lalu dimana letak "kesalehan sosial"-ku (meminjam kata dari Pak Miftah Faridh). ternyata aku orang yang tak berguna bagi orang-orang disekitarku.
Menjalani dan menghabiskan waktu hanya untuk memenuhi kewajibanku, atau sekedar menggugurkan kewajibanku.
Mengingat orang-orang terdahulu, ternyata orang-orang baik (benar) dahulu adalah orang-orang yang pada dasarnya adalah orang-orang yang gemar berbuat baik.
Bagaimana Muhammad Bin Abdullah remaja, menjadi orang yang sangat dipercaya kaumnya, selalu menyambung tali silaturahim, mencintai anak yatim, dan ringan tangan terhadap orang-orang disekitarnya. Sebelum akhirnya Belia SAW diangkat menjadi Nabi dan RasulNya
Bagaimana Musa AS. pemuda musa yang gemar berbuat baik, menolong kaum yang lemah dari bani israel yang dijajah firaun. menolong orang lain yang kesulitan, seperti membantu penggembala memberi minum onta mereka.
Bagaimana Salman Al Farizy, selalu menjalankan apa yang dia yakini baik, menjaga api-api para kaum majusi penduduk persi.
bagaimana Abu bakar As Shiddiq, yang menjadi seorang dermawan dimasanya.
yang pada Alhirnya, mereka ditunjuki Allah kejalanNya, memberikan mereka hikmah dan pengetahuan.
kembali ke diri, apa yang telah kuperbuat untuk orang lain, disekitarku. ternyata setelah kulihat, betapa kecilnya "dunia"ku, hanya sebatas aku, keluargaku, dan orang-orang terdekatku.
Pohon baik, akan dirasakan manfaatnya oleh orang-orang disekitarnya, sehingga ketiadaan pohon tersebut akan menjadi kehilangan yang sangat orang-orang disekitarnya.
Bila Allah memanggilku sekarang, mungkin hanya keluarga dan orang-orang terdekatku yang merasa kehilanganku. betapa tak bergunanya aku.
ternyata aku bukanlah orang yang baik, hanya cukup menjadi bagian keluarga yang baik, atau teman yang baik (mungkin itupun tak aku miliki)
Sedang dalam masyarakat dan orang-orang disekitarku, aku bukanlah apa-apa.
Aku bukanlah apa-apa... hanya titik hitam kecil disudut hitam kelam ruangan kehidupan ini...
Menggambarkan sebuah pohon yang baik itu seperti jiwa, orang yang baik pula. dimana orang yang baik adalah orang yang berguna bagi orang lain, yang mampu memberikan buahnya kepada banyak orang di sekitarnya. mungkin ini terkait dengan sabda Rasulullah:
"Paling baik orang diantaramu adalah orang yang banyak berguna bagi
orang lain"
Beberapa hari ini selalu terfikir akan hal itu. sudahkan aku bermanfaat bagi orang lain. benarkah aku sudah bermanfaat bagi orang lain.
5 hari dalam seminggu, aku sibuk dengan urusan dunia, mencari "nafkah" untukku dan keluargaku (salah satu alasan yang kubuat atas kesibukanku mengejar dunia). 2 hari dalam seminggu, mungkin ku habiskan bersama keluarga, dan orang-orang terdekatku. lalu dimana letak "kesalehan sosial"-ku (meminjam kata dari Pak Miftah Faridh). ternyata aku orang yang tak berguna bagi orang-orang disekitarku.
Menjalani dan menghabiskan waktu hanya untuk memenuhi kewajibanku, atau sekedar menggugurkan kewajibanku.
Mengingat orang-orang terdahulu, ternyata orang-orang baik (benar) dahulu adalah orang-orang yang pada dasarnya adalah orang-orang yang gemar berbuat baik.
Bagaimana Muhammad Bin Abdullah remaja, menjadi orang yang sangat dipercaya kaumnya, selalu menyambung tali silaturahim, mencintai anak yatim, dan ringan tangan terhadap orang-orang disekitarnya. Sebelum akhirnya Belia SAW diangkat menjadi Nabi dan RasulNya
Bagaimana Musa AS. pemuda musa yang gemar berbuat baik, menolong kaum yang lemah dari bani israel yang dijajah firaun. menolong orang lain yang kesulitan, seperti membantu penggembala memberi minum onta mereka.
Bagaimana Salman Al Farizy, selalu menjalankan apa yang dia yakini baik, menjaga api-api para kaum majusi penduduk persi.
bagaimana Abu bakar As Shiddiq, yang menjadi seorang dermawan dimasanya.
yang pada Alhirnya, mereka ditunjuki Allah kejalanNya, memberikan mereka hikmah dan pengetahuan.
kembali ke diri, apa yang telah kuperbuat untuk orang lain, disekitarku. ternyata setelah kulihat, betapa kecilnya "dunia"ku, hanya sebatas aku, keluargaku, dan orang-orang terdekatku.
Pohon baik, akan dirasakan manfaatnya oleh orang-orang disekitarnya, sehingga ketiadaan pohon tersebut akan menjadi kehilangan yang sangat orang-orang disekitarnya.
Bila Allah memanggilku sekarang, mungkin hanya keluarga dan orang-orang terdekatku yang merasa kehilanganku. betapa tak bergunanya aku.
ternyata aku bukanlah orang yang baik, hanya cukup menjadi bagian keluarga yang baik, atau teman yang baik (mungkin itupun tak aku miliki)
Sedang dalam masyarakat dan orang-orang disekitarku, aku bukanlah apa-apa.
Aku bukanlah apa-apa... hanya titik hitam kecil disudut hitam kelam ruangan kehidupan ini...
15 Februari..
Dua tahun lalu.. tepatnya 14 februari 2008, aku menginjakkan kakiku di bekasi, kota baru bagiku. Setelah melalui perjalanan panjang, akal, hati, perasaan, hingga menuntun langkahku untuk berada di kota itu. Bekasi, awal kehidupan dunia perjuangan duniaku, mencari dan mengejar duniaku.
Di kota itu, bertemu dengan orang baru, suasana baru, kehidupan baru. Menemukan banyak orang, tetapi juga banyak meninggalkan orang lain. sudah menjadi aturannya, ada yang datang dan ada yang pergi. Hanya kesedihanku, bila perpisahan itu tak meninggalkan manfaat bahkan meninggalkan luka. Sahabat, maafkan aku...
Kembali ke kota itu, kota yang juga menyusun puing karakter hidupku, kota yang menyusun melengkapi puzzle kehidupanku, dan kota yang menjadi bagian dari hidupku
banyak memori yang tersimpan akan kota itu, dan kubiarkan semua terekam disini, di mata, kepala, dan hatiku. bahwa kota itu pernah menjadi bagian hidupku. semua cerita masih kuingat, tak lengkap tapi cukup untuk menjadi sebuah cerita hidupku.
dan hari ini, telah kutinggalkan kota itu, seminggu yang lalu, ke kota baru, karawang, kota sembilan matahari.
Bekasi, salah satu dalam awal perjalanan hidupku....
Di kota itu, bertemu dengan orang baru, suasana baru, kehidupan baru. Menemukan banyak orang, tetapi juga banyak meninggalkan orang lain. sudah menjadi aturannya, ada yang datang dan ada yang pergi. Hanya kesedihanku, bila perpisahan itu tak meninggalkan manfaat bahkan meninggalkan luka. Sahabat, maafkan aku...
Kembali ke kota itu, kota yang juga menyusun puing karakter hidupku, kota yang menyusun melengkapi puzzle kehidupanku, dan kota yang menjadi bagian dari hidupku
banyak memori yang tersimpan akan kota itu, dan kubiarkan semua terekam disini, di mata, kepala, dan hatiku. bahwa kota itu pernah menjadi bagian hidupku. semua cerita masih kuingat, tak lengkap tapi cukup untuk menjadi sebuah cerita hidupku.
dan hari ini, telah kutinggalkan kota itu, seminggu yang lalu, ke kota baru, karawang, kota sembilan matahari.
Bekasi, salah satu dalam awal perjalanan hidupku....
Wednesday, February 10, 2010
Pagi di Karawang
Pagi ini, terbangun dan merasakan hawa di tempat baru.. Karawang. tak seburuk yang kubayangkan.. bahkan tidak buruk sama sekali, sungguh picik pikiranku dulu. Ternyata keindahan itu bisa didapat dimana saja, karena letak keindahan itu ada di hati kita, dan bagaimana mata itu memandang. Agak melenceng dikit, tentang bagaimana cara memandang itu. seperti halnya sang pelukis akan lebih melihat keindahan pada sepatu yang rusak daripada sepatu baru, pada gubuk yang reot daripada rumah mewah, dan pesawahan daripada gedung-gedung mewah di perkotaan.
Karawang, kata orang kota yang sangat panas, kota dengan 9 matahari kata orang-orang. Memang karawang panas, aku juga merasakan akan hal itu. dan penduduk karawang pun memang mengakui demikian adanya, dan usut punya usut bukan karena menjadi kawasan industri yang menjadikan karawang panas, tetapi memang karena demikian halnya. Ini diakibatkan oleh dekatnya karawang dengan pantai , kata salah seorang pribumi disini saat di tanyakan tentang panasnya karawang.
tapi dibalik semua itu, pagi ini.. saat melihat matahari dipagi hari.. sepertiku melihat syurga di dunia. Di atas semua kesumpekan dan panasnya karawang, melihat matahari pagi yang begitu indah dan sangat terasa sekali keindahannya. dan pagipun terasa sangat nyamannya...
dimanapun berada, di Bumi Allah ini, adalah tempatku berada. semakinku mencintaiMu ya Allah..
Subhanallah, Ma khalaqta hadza bathila...
Karawang, kata orang kota yang sangat panas, kota dengan 9 matahari kata orang-orang. Memang karawang panas, aku juga merasakan akan hal itu. dan penduduk karawang pun memang mengakui demikian adanya, dan usut punya usut bukan karena menjadi kawasan industri yang menjadikan karawang panas, tetapi memang karena demikian halnya. Ini diakibatkan oleh dekatnya karawang dengan pantai , kata salah seorang pribumi disini saat di tanyakan tentang panasnya karawang.
tapi dibalik semua itu, pagi ini.. saat melihat matahari dipagi hari.. sepertiku melihat syurga di dunia. Di atas semua kesumpekan dan panasnya karawang, melihat matahari pagi yang begitu indah dan sangat terasa sekali keindahannya. dan pagipun terasa sangat nyamannya...
dimanapun berada, di Bumi Allah ini, adalah tempatku berada. semakinku mencintaiMu ya Allah..
Subhanallah, Ma khalaqta hadza bathila...
Thursday, November 19, 2009
Menggenggam, tapi berlarilah..

Egoku dan sifatku bila melihat orang lain kesulitan, inginku mengulurkan tangan untuk membantunya. Ibaku tak ingin orang yang disekitarku tak tersentuh oleh bantuanku, tapi kadang tak tahu egoku atau apa yang mencegahku untuk berbuat semua itu.
kadang, fikirku berkata, bahwa setiap bantuan yang akan ku berikan hanya akan membuat dia memanja dan tak pernah bisa untuk mengatasi hidupnya, bukankah aku tak akan selamanya melihatnya dan bisa selalu ada dan membantunya. Kadang bantuan yang bisa kuberikan adalah hambatan agar dia semakin terjatuh, mendendam kemudian bangkit untuk berlari kembali. Tak peduli bahwa kakinya berdarah, tak peduli dirinya terluka. Tapi kadang ibaku meruntuhkan semua itu. ingiku semua yang kusayangi dapat berdiri sendri berlari dan mengejar mimpinya sendiri.
Tak ada manusia yang tanpa masalah hidup, semuanya memiliki dan kadarnya sesuai dengan apa yang dia mampu, tak berlebih. Ketakutan, kesedihan, putus asa, dan keterpurukan adalah kotoran yang bermain di kepala saja, dan bila kita bisa membersihkannya tak ada yang perlu merintangi, terutama dari diri kita sendiri. setiap orang mempunyai masalah, tapi hanya sedikit sekali orang yang mengerti bahwa ada masalah pada dirinya atau sebenarnya apa masalah yang dihadapinya.
Kebanyakan orang berkutat pada permasalahan yang mungkin dia sendiri tak mengerti akan permasalahannya bukan pada jalan mana yang harus aku cari untuk mengatasi permasalahan ini.
Allah memberikan kita potensi, bukankah orang lain sama mempunyai masalah, adakah manusia yang terbebas dari permasalahan, sepertinya kitapun menyetujui akan hal itu. Masalah yang sering muncul didalam diri kita adalah selalu memandang permasalahan yang kita hadapi adalah lebih besar dari permasalahan yang dihadapi orang lain, dan kita sering meremehkan permasalahan orang lain yang mungkin kita anggap sebagai permasalahan yang sepele. Besar kecilnya masalah terletak dari cara kita memandang permasalah itu. Kedewasaan kita dilihat dari bagaimana cara kita untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ingatlah, mengeluh tiadalah guna. Sebagian besar orang yang kita dengarkan keluhan kita, tak bisa membantu apa-apa dan sebagiaannya malah senang mendengar akan kesulitan kita.
Maka berdirilah, karena bila engkau mengharapkan seseorang untuk menuntunmu, maka engkau seperti mengharap keajaiban yang sulit engkau temui. Karena perjalanan hidup ini bukan sebuah teori. Solusi terbaik bagi kebanyakan orang belum tentu menjadi solusi terbaik bagi diri kita, walau diberikan oleh orang yang sangat ahli didalamnya. Sesungguhnya kepercayaan dan keyakinan dirilah yang membuat semua itu bisa menjadi nyata.
Seperti halnya dirimu, mereka, akupun hidup bukan tanpa masalah. Dan aku bisa mengatakan bahwa masalahmu tak seberapa dibanding masalah yang engkau hadapi. Mungkina aku akan tertawa mendengar semua permasalahanmu, karena kuanggap bahwa masalahmu adalah hanya sepele belaka.
Kenalikah dirimu, maka engkau akan bisa berlari sekuat tenagamu...
Thursday, September 17, 2009
si bodoh yang beruntung
Seorang bodoh dan pendosa yang menyadari kebodohannya dan berusaha meninggalkan perbuatan dosanya dan memperbaiki dirinya adalah lebih baik dari pada orang "baik" yang merasa dirinya baik, berbangga diri, menganggap diri adalah benar; sedangkan dia tidak pernah tahu apakah dosa2 telah diampuni, dan apakah kebaikannya dituliskan sebagai kebaikan untuknya oleh Allah...
Keliru adalah lebih baik daripada terlena dan terperdaya...
seorang yang keliru mempunya kesempatan untuk menyadari kesalahannya dan tahu akan kesalahannya tetapi orang yang terperdaya cenderung terlena apakah dia benar ataukah berada dalam kesesatan....
Barang siapa yang benar-benar menuju kepada Allah, pencipta seluruh alam semesta ini, InsyaAllah akan ditunjukan padanya bagaimana jalannya... Allah tidak akan membiarkan hamba yang bersungguh-sungguh mencariNya tersesat dijalanNya....
kebanyakan manusia tersesat karena nafsunya..
merasa diri benar dan berbangga diri adalah sebagian daripadanya...
Apakah ada jaminan baginya bahwa dirinya tak akan tersentuh api neraka dan dimasukan kesurgaNya?
lalu mengapakah manusia merasa bahwa dia akan mendapatkan kasih sayang Allah sedang dia tak menyayangi dirinya sendiri dengan membiarkan diri terperdaya oleh dunia dan nafsunya...
Ingatlah... bahwa Allah juga Maha dahsyat siksaNya..
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (3:64)
marilah kita berpegang pada satu ketetapan yang tak ada perselisihan antara kita, yaitu kita tidak musyrik kepadaNya, menduakannya dengan yang lain, termasuk pada dunia dan nafsu kita... termasuk tidak menduakan segala ketetapanNya dengan sesuatu yang bukan dari ketetapanNya...
Allah maha kaya dan maha perkasa, pemilik segalanya dan tak membutuhkan sesuatupun selain dari manusia dan apa-apa yang diciptakanNya...
Dia tidak membutuhkan kita, kitalah yang butuh padaNya..
lalu mengapakah kita masih saja merasa bahwa kita tak selalu bergantung padaNya....
knp orang yg sperti'nya mencari Alloh, tp tidak jg menemukn apa yg dicari'y?
dia telah terperdaya nafsunya sendiri... dia mencari jalan dengan caranya sendiri...
Bagaimanakah kita bisa menemukan Dia tanpa petunjuk dariNya?
Allah akan memberi petunjuk kepada orang yang benar-benar menujuNya...
Kadang manusia merasa bahwa ini adalah dariNya, saya adalah menujuNya, tapi dengan cara mengingkari sebagian ketetapan dan aturanNya...dan hanya menerima apa yang baik untukNya dan sesuai dengan diri dan nafsunya..
Wallahu alam
Ya Allah, kumencintaiMu dan tak ingin ku terbagi dalam mencintaMu.. maka karuniakan kepada kami, cinta yang semakin mendekatkan kami pada cintaMu, cinta yang mempermudah kami menujuMu, cinta yang dicintaiMu....
sesungguhnya cinta itu dariMu, kepada dunia, wanita, harta, dan kekayaan yang engkau karuniakan kepada kami, maka janganlah engkau sesatkan kami dengan mencinta karena nafsu kami, dan melebihkan cinta itu diatas cinta kami padaMu.. maka jatuhkanlah cinta ini di cintaMU.. ku mencintaiMu, dan kuatkan aku dengan cintaMu...ku mencintaiMu...
Keliru adalah lebih baik daripada terlena dan terperdaya...
seorang yang keliru mempunya kesempatan untuk menyadari kesalahannya dan tahu akan kesalahannya tetapi orang yang terperdaya cenderung terlena apakah dia benar ataukah berada dalam kesesatan....
Barang siapa yang benar-benar menuju kepada Allah, pencipta seluruh alam semesta ini, InsyaAllah akan ditunjukan padanya bagaimana jalannya... Allah tidak akan membiarkan hamba yang bersungguh-sungguh mencariNya tersesat dijalanNya....
kebanyakan manusia tersesat karena nafsunya..
merasa diri benar dan berbangga diri adalah sebagian daripadanya...
Apakah ada jaminan baginya bahwa dirinya tak akan tersentuh api neraka dan dimasukan kesurgaNya?
lalu mengapakah manusia merasa bahwa dia akan mendapatkan kasih sayang Allah sedang dia tak menyayangi dirinya sendiri dengan membiarkan diri terperdaya oleh dunia dan nafsunya...
Ingatlah... bahwa Allah juga Maha dahsyat siksaNya..
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (3:64)
marilah kita berpegang pada satu ketetapan yang tak ada perselisihan antara kita, yaitu kita tidak musyrik kepadaNya, menduakannya dengan yang lain, termasuk pada dunia dan nafsu kita... termasuk tidak menduakan segala ketetapanNya dengan sesuatu yang bukan dari ketetapanNya...
Allah maha kaya dan maha perkasa, pemilik segalanya dan tak membutuhkan sesuatupun selain dari manusia dan apa-apa yang diciptakanNya...
Dia tidak membutuhkan kita, kitalah yang butuh padaNya..
lalu mengapakah kita masih saja merasa bahwa kita tak selalu bergantung padaNya....
knp orang yg sperti'nya mencari Alloh, tp tidak jg menemukn apa yg dicari'y?
dia telah terperdaya nafsunya sendiri... dia mencari jalan dengan caranya sendiri...
Bagaimanakah kita bisa menemukan Dia tanpa petunjuk dariNya?
Allah akan memberi petunjuk kepada orang yang benar-benar menujuNya...
Kadang manusia merasa bahwa ini adalah dariNya, saya adalah menujuNya, tapi dengan cara mengingkari sebagian ketetapan dan aturanNya...dan hanya menerima apa yang baik untukNya dan sesuai dengan diri dan nafsunya..
Wallahu alam
Ya Allah, kumencintaiMu dan tak ingin ku terbagi dalam mencintaMu.. maka karuniakan kepada kami, cinta yang semakin mendekatkan kami pada cintaMu, cinta yang mempermudah kami menujuMu, cinta yang dicintaiMu....
sesungguhnya cinta itu dariMu, kepada dunia, wanita, harta, dan kekayaan yang engkau karuniakan kepada kami, maka janganlah engkau sesatkan kami dengan mencinta karena nafsu kami, dan melebihkan cinta itu diatas cinta kami padaMu.. maka jatuhkanlah cinta ini di cintaMU.. ku mencintaiMu, dan kuatkan aku dengan cintaMu...ku mencintaiMu...
Selamatkan Kami
Ya Allah, beginilah kami tanpa aturanMu, berbuat sesuka kami dan tak ada yang bisa mengingatkan kami dengan aturan dan ketetapanMu, Ya Allah jangan timpakan kami adzab yang tidak khusus menimpa orang2 yang mengingkariMu yang berada di sekeliling kami,,,,
Ya Allah, jadikan kami penerang, jadikan kami cahaya, yang jiwa kami terang oleh cahayaMu dan ikut menerangi jalan2 disekitar kami... Berikan kami petunjuk, lalu jadikan kami tunduk padanya, bukan menjadi penentang setelah mendapatkannya..
Jauhkan kami dari orang2 yang dzalim walau mereka adalah kerabat, saudara, dan orang2 yang kami cintai, yang dapat melunturkan kami dari ketundukan kami padaMU...
sesungguhnya kami lemah, maka jagalah kami Ya Allah.. selamatkan kami dari murkaMu dan selamatkan kami dari orang2 yang dzalim diantara kami...
Ya Allah, jadikan kami penerang, jadikan kami cahaya, yang jiwa kami terang oleh cahayaMu dan ikut menerangi jalan2 disekitar kami... Berikan kami petunjuk, lalu jadikan kami tunduk padanya, bukan menjadi penentang setelah mendapatkannya..
Jauhkan kami dari orang2 yang dzalim walau mereka adalah kerabat, saudara, dan orang2 yang kami cintai, yang dapat melunturkan kami dari ketundukan kami padaMU...
sesungguhnya kami lemah, maka jagalah kami Ya Allah.. selamatkan kami dari murkaMu dan selamatkan kami dari orang2 yang dzalim diantara kami...
Wednesday, September 02, 2009
Milad

Alhamd Allah mencukupkanumurku sampai hari ini, tepat dimana 25 tahun yang lalu aku dilahirkan kedunia ini. dengan menangis, menangisi dunia dan apakah kelak ku akan selamat meniti dan mencari bekal hidup di dunia ini
beberapa kejadian pada hari ini, di hari aku dilahirkan..
sesosok bayi kecil yang lucu, cantik... telah lahir kedunia,, anak dari kakak istiku tercinta...
semoga bayi kecil ini kelak menjadi generasi yang beriman dan lebih baik dari generasi generasi sebelumnya dan menjadi pelindung bagi AgamaNya
selamat datang didunia ini adik kecil....
gempa....
gempa berkekuatan 7,3 SR yang berpusat di tasikmalaya mengguncang begitu dahsyatnya...
terasa sampai di cikarang dan jakarta begitu keras juga...
istriku tersayang dan orang tuaku tercinta menelepon untuk mengabarkan apakah semua baik-baik saja.. alhamdulillah semua baik-baik saja...
semoga ini juga menjadi peringatan agar kita tidak bermalas malasan dan untuk lebih semangat lagi mencari bekal meninggalkan dunia ini
Selamat milad duwi suwarno
semoga ini menjadi titik awa perbaikan dan menjadi seorang yang lebih baik, dan menjadi penolongNya...
semangat....
Tuesday, August 25, 2009
meninggalkan akhirat demi dunia

Bagaimanakah pendapatmu tentang seseorang yang meninggalkan kebaikan akhirat demi kebaikan dunia? kemudian dia juga senantiasa sujud memohon ampunan dari Allah, mengharapkan Allah akan memakluminya, memaafkanya, dan mengampuninya.
Masih heran dengan semua itu..
Dikarenakan paksaan dari dunia, harus merelakan diri untuk mengorbankan keyakinannya, dikarenakan tuntutan oleh dunia, harus rela untuk menangguhkan diri dari syariatNya.
Sedang dia tahu, bahwa hal itu salah. tapi belum sanggup untuk bisa menerima sepenuhnya kepengaturan Allah akan dirinya. Dunia menuntut, Allah menuntut, kemudian dia hanya berharap bahwa dia bisa menemui Tuhannya Yang Maha Pengampun.
Bukankah semua itu salah?
kemudian dia meneui Tuhannya dalam sujud, berdoa dengan mengisakkan tangisnya, memohon dan mengharap ampunan Tuhannya.
Ya Allah kutahu engkau adalah yang paling tahu akan hamba-hambaMu, dan Engkaulah maha pengampun.
apakah manusia masih ragu, bahwa kepengaturan Allah adalah yang terbaik bagi hambaNya, bukankah dia tahu, Bahwa Allah tak pernah salah.
Masih bingung memikirkan, berani meminta toleransi kepada Allah untuk tidak taat kepadaNya, dan berharap Allah mengampuni segala kesalahanNya.
ya Allah, kuserahkan semua kepadaMu, Engkau yang Maha Tau, dan Maha sempurna..
AturanMu adalah yang benar, dan Engkau adalah pemilik dunia ini...
ya Allah, jadikan dunia di tanganku, bukan di hatiku...
ya Allah, janganlah Engkau palingkan aku dari kebaikan akhiratMu demi mengejar dunia yang hanya menipu ini ya Allah.
ajarilah hambaMU yang bodoh ini, dan selalu mensyukuri karuniaMu, Amien...
Tuesday, August 04, 2009
Harta Tak Menyelamatkan

beberapa harikebelakang, banyak kejadian yang bisa dijadikan ibrah (pelajaran) bagi kita semua. kematian seorang mega bintang, yang dijuluki 'king of pop' kemudian kematian seorang milyader baru yang lagi booming mbak surip. dilihat dari segi materi keduniaan, mereka adalah orang yang Allah lebihkan dari segi harta. Ternyata kekayaan mereka tak mampu untuk membeli atau mengulur waktu mereka untuk tinggal di dunia. KekuasaanNya-lah yang mutlak.
Dan masih banyak kisah lain, bahwa harta yang kita miliki, tak kan mampu menyelamatkan kita. dan ingatlah, hanya harta yang kita belanjakan dijalan Allah sajalah yang mampu untuk membantu kita, yang menjadi harta kita yang sesungguhnya.
Dan ironinya, Kita sangat pelit kepada Allah. Kita mampu membelikan anak yang kita sayangi, istri yang kita cintai, atau kekasih yang sangat kita cinta dengan banyak harta yang kita miliki, malah mengusahakan dengan kesungguhan demi menyenangkan mereka yang kita cintai dan kasihi. Tapi lihatlah kepada Allah, untuk infak, membayar zakat, shadaqah.. sangatlah berat bagi kita, seakan dada kita sesak saat harus mengeluarkan harta banyak dijalanNya. Padahal kita tahu, harta itulah yang sebenarnya akan menjadi harta kita yang sesungguhnya. Ataukah kita memang belum menyadari akan hal itu?
Dunia ini memang memperdayakan manusia, dan apakah kita termasuk orang yang terperdaya itu??
Dan masih banyak kisah lain, bahwa harta yang kita miliki, tak kan mampu menyelamatkan kita. dan ingatlah, hanya harta yang kita belanjakan dijalan Allah sajalah yang mampu untuk membantu kita, yang menjadi harta kita yang sesungguhnya.
Dan ironinya, Kita sangat pelit kepada Allah. Kita mampu membelikan anak yang kita sayangi, istri yang kita cintai, atau kekasih yang sangat kita cinta dengan banyak harta yang kita miliki, malah mengusahakan dengan kesungguhan demi menyenangkan mereka yang kita cintai dan kasihi. Tapi lihatlah kepada Allah, untuk infak, membayar zakat, shadaqah.. sangatlah berat bagi kita, seakan dada kita sesak saat harus mengeluarkan harta banyak dijalanNya. Padahal kita tahu, harta itulah yang sebenarnya akan menjadi harta kita yang sesungguhnya. Ataukah kita memang belum menyadari akan hal itu?
Dunia ini memang memperdayakan manusia, dan apakah kita termasuk orang yang terperdaya itu??
lama

seakan lama aku meninggalkan diri
lalu siapa yang selama ini aku bawa berlari?
bukan, bukan itu maksukku
tapi, hanya mencoba mengalihkan menjadi diri yang lain
karena tak bisa aku semauku
dan harusnya ku sadari sejak dahulu
meningat masa lalu
masa kekanakanku
bercanda semauku tanpa prasangka yang menyergapku
aku serasa bebas dengan kejahiliahanku
dan saatku menemukan hari dimana aku mulai mengaca diri
sejenak ku tutup sebagian diri
dan saat kusibak selimut yang menutupi itu
mencoba mengais diri, seperti apa aku dimasa lalu?
tersenyumku mengingat
bahwa aku sempat bahagia dimasa kekanakanku
tertawa, bercanda, dan mengarungi menjelajah hati
mencoba mencari cari, sejauh mana kejahiliahan itu mampu berlari
selama aku bisa berlari
ya, telah lama aku meninggalkan beranjak dari masa itu
sekarang aku kembali
kembali merangkai kata
tapi aku tak sendiri
sekarang ada bidadari menemaniku disisi
bidadari manis yang sanggup mengalihkan aku
dan menyadarkan aku dari mimpi
ternyata kadang kenyataan lebih indah dari mimpi
aku sekarang telah disini
berdiri dipuncak terang, menampakan diri
dengan ponggah aku berani berujar
dunia, inilah aku,
kan ku taklukan engkau di tanganku
seburuk apapun diriku lebih baik dari pada menjadi sesosok lain yang tak kukenal
dari pada menyembunyikan diri, berlagak sok suci
lebih baik, tak kumiliki kemunafikan hati
menampakan diri, bahwa aku memang banyak yang perlu diperbaiki
dan ku tak bangga, bila aku belum bisa mengalahkan diri
aku harus menang,
dan saatnya membawa dia, bidadari kecil untuk terbang berlari
Tuesday, July 28, 2009
hasrat
Beberapa hari yang lalu ada yang berkomentar "Bukankah lebih baik bercermin dan menilai diri sendiri daripada mencoba menilai orang lain." perkataan itu sejenak terasa menggelitik hatiku, mungkin ada rasa tersindir, ada rasa penyangkalan. mungkin apa yang dia katakan adalah benar adanya, tapi Wallahu Alam.
Kembali mengingat pernyataan itu, mencoba dan berusaha untuk tidak mencampuri urusan orang lain. tapi kadang, ada suatu beban moral yang tak bisa ku tinggalkan. aku merasa tak bisa berdiam diri saat melihat orang-orang sekitar, orang-orang yang dekat dengan kita, orang yang kita sayangi menurut pandangan kita adalah salah. bagaimana jika itu terjadi? apakah bisa dilakukan tanpa ikut mencampuri urusannya?
Pada suatu hari, berita-berita di TV menayangkan tentang tragedi bom kuningan kedua, di JW marriot dan Ritz Charton. banyak orang tiba-tiba bermunculan dengan statement-statement mereka sendiri-sendiri, memberikan gambaran itu salah, ini yang benar, dan sebagainya.
Mengikuti dan menyimak sambil memendam ironi. ada rasa geli dan ketawa getir dalam hati sendiri. Orang yang berkomentar ndi TV-TV dan Berita-berita mengungkapkan kebenaran dan kemanusiaan menurut pendapat mereka sendiri, tapi yang bikin aneh, dan menurut saya menggelikan adalah.. dia bicara tentang kebenaran tapi dianya sendiri tidak menjalankan kebenaran di sisi lain.
Jadi ingat cerita temanku, tentang kasus di iran katanya. ada seorang aktivis wanita disana, muslim, yang memperjuangkan sesuatu yang diyakininya, tetapi akhirnya dia tewas tertembak. masyarakat disana mulai menyampaikan pernyataan pernyataanya,,, dia (aktivis tersebut-red) adalah orang yang benar. apa yang aneh??? ternyata aktivis wanita yang tertembak yang dikatakan benar tersebut adalah orang yang tidak menutupi auratnya. apakah tidka menutup aurat itu adalah suatu yang dibenarkan?? bagaimana orang memperjuangkan kebenaran tapi dirinya sendiri tidak benar???
kembali ke orang-orang yang bermunculan di TV tadi. yang saya yakini adalah, bila seseorang yang tidak menutup aurat adalah salah dan tidak dapat dibenarkan. lalu bagaimana dia bisa menyatakan jalannya adalah lebih benar dari pada pelaku pengeboman sedang dia sendiri telah berbuat maksiat disisi yang lain. ingat sebuah ayat:
"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Maka tidakkah kamu berpikir?" (QS 2:44)
Kembali di tegaskan.. Maka tidakkah kamu berpikir? bagaimana tidak menggelikan dan aneh?? bagaimana dengan anda?
yahh.. kembali ke persoalan mencampuri urusan orang lain. tidak tahu itu sebatas keinginan diri atau hasrat. tapi apakah harus diam saja? manakah orang yang lebih benar jalannya, orang yang diam saja, mengurusi dirinya sendiri atau berusaha mengingatkan yang lain?
kadang pertanyaan itu datang,,, dan akhirnya biar tak mencampuri urusan orang lain, mending nulis aja disini kali yaa...
Kembali mengingat pernyataan itu, mencoba dan berusaha untuk tidak mencampuri urusan orang lain. tapi kadang, ada suatu beban moral yang tak bisa ku tinggalkan. aku merasa tak bisa berdiam diri saat melihat orang-orang sekitar, orang-orang yang dekat dengan kita, orang yang kita sayangi menurut pandangan kita adalah salah. bagaimana jika itu terjadi? apakah bisa dilakukan tanpa ikut mencampuri urusannya?
Pada suatu hari, berita-berita di TV menayangkan tentang tragedi bom kuningan kedua, di JW marriot dan Ritz Charton. banyak orang tiba-tiba bermunculan dengan statement-statement mereka sendiri-sendiri, memberikan gambaran itu salah, ini yang benar, dan sebagainya.
Mengikuti dan menyimak sambil memendam ironi. ada rasa geli dan ketawa getir dalam hati sendiri. Orang yang berkomentar ndi TV-TV dan Berita-berita mengungkapkan kebenaran dan kemanusiaan menurut pendapat mereka sendiri, tapi yang bikin aneh, dan menurut saya menggelikan adalah.. dia bicara tentang kebenaran tapi dianya sendiri tidak menjalankan kebenaran di sisi lain.
Jadi ingat cerita temanku, tentang kasus di iran katanya. ada seorang aktivis wanita disana, muslim, yang memperjuangkan sesuatu yang diyakininya, tetapi akhirnya dia tewas tertembak. masyarakat disana mulai menyampaikan pernyataan pernyataanya,,, dia (aktivis tersebut-red) adalah orang yang benar. apa yang aneh??? ternyata aktivis wanita yang tertembak yang dikatakan benar tersebut adalah orang yang tidak menutupi auratnya. apakah tidka menutup aurat itu adalah suatu yang dibenarkan?? bagaimana orang memperjuangkan kebenaran tapi dirinya sendiri tidak benar???
kembali ke orang-orang yang bermunculan di TV tadi. yang saya yakini adalah, bila seseorang yang tidak menutup aurat adalah salah dan tidak dapat dibenarkan. lalu bagaimana dia bisa menyatakan jalannya adalah lebih benar dari pada pelaku pengeboman sedang dia sendiri telah berbuat maksiat disisi yang lain. ingat sebuah ayat:
"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Maka tidakkah kamu berpikir?" (QS 2:44)
Kembali di tegaskan.. Maka tidakkah kamu berpikir? bagaimana tidak menggelikan dan aneh?? bagaimana dengan anda?
yahh.. kembali ke persoalan mencampuri urusan orang lain. tidak tahu itu sebatas keinginan diri atau hasrat. tapi apakah harus diam saja? manakah orang yang lebih benar jalannya, orang yang diam saja, mengurusi dirinya sendiri atau berusaha mengingatkan yang lain?
kadang pertanyaan itu datang,,, dan akhirnya biar tak mencampuri urusan orang lain, mending nulis aja disini kali yaa...
Subscribe to:
Posts (Atom)
